
Zonakepri.com-Seorang warga Kota Tanjungpinang bernama Agung Hariadi berusia 25 tahun, disekap dalam ruangan tertutup yang berada di Kamboja.

Orang tua Agung Hariadi, Desi Nasution yang bertempat tinggal di Senggarang dekat vihara (Pekong) yang berada di Kelurahan Senggarang Kecamatan Tanjungpinang Kota, ditemui dikediaman Jumat 27 Desember 2024 mengatakan, Agung Hariadi anak pertama dari enam saudara.
Agung Hariadi tamatan pendidikan SMP, sebelum disekap di Kamboja, telah bekerja tukang bangunan di Tanjungpinang. “Ada kawan baru dikenal lima hari di medsos, memberi tahu ada kerja Sawit di Malaysia dengan gaji yang besar,” sebut Desi.
Atas tawaran menggiurkan tersebut, Agung menerima tawaran tersebut dan berangkat menuju Batam. “Kawan di medsos itu mengaku punya hutang banyak, “ujarnya.
Selanjutnya, dilakukan proses pembuatan paspor di Batam. “Agung Hariadi tidak punya akte kelahiran, hanya KTP. Karena Akte kelahirannya terbakar saat rumah di Senggarang terbakar pada 2015 lalu, tapi kok bisa dibuat paspor,” terang Desi yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Tembeling Kabupaten Bintan, dengan mengurus orang jompo sedangkan suaminya kerja di Batam.
Desi mengisahkan, setelah paspor selesai dibuat, Agung Hariadi diberangkatkan ke Malaysia sekitar 9 Desember 2024 lalu. Setibanya di Malaysia, ternyata Agung dijemput oleh bodyguard yang membawanya ke Kamboja naik pesawat lagi. Namun, setibanya di Kamboja, Agung disekap dalam kamar dan tidak diberi makan. Hanya diberi minum. Setelah disekap, Hp milik Agung dikembalikan.
“Setelah Hp dikasihkan, akhirnya Agung hanya bisa chat dengan saya, tapi tak bisa telp,” ungkap Desi. Ada aturan tak boleh telepon, kalau melanggar disetrum,” sebutnya.
Desi yang mengaku tergolong keluarga kurang mampu, namun tidak pernah menerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) hanya ada BPJS Kesehatan gratis saja dari Pemerintah.
Setelah mengetahui anaknya disekap hanya diberi minum, Desi hanya bisa berdoa. Sementara, Agung Hariadi memposting kondisi dirinya dalam ruangan tertutup saat di Kamboja. Dan akhirnya tersebar di grup WA.
“Agung Hariadi kini diselamatkan orang Kamboja, saat mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Sopir melarikan diri dan Agung Hariadi dibantu orang disana. Kini sudah dapat kerja di Phnom Penh, ” Tutur Desi.
Meski sudah diselamatkan orang di Kamboja, Desi berharap Agung Hariadi bisa dipulangkan lagi ke Indonesia. Mengingat paspor dia sudah tidak ada.
“Saya berharap pemerintah memberi kesempatan kerja bagi Agung Hariadi. Mengingat untuk mendapatkan kerja sangat susah,” harapnya. (rul)






