Tanjungpinang,Zonakepri – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Kepri, H Isdianto mengatakan polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam mulai beroperasi. Pengoperasian ini diharapkan mempermudah pencegahan cebaran pandemi covid19 di Kepri semakin luas. Tim Gugus Tugas bisa melakukan trackin dalam upaya memutus mata rantai sebaran itu.
“Kita berharap pemeriksaan bisa lebih banyak lagi terhadap pasien yang terdampak covid19. Semoga hasilnya memudahkan kita menangkal dan mencegah sebaran semakin luas,” kata Isdianto di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (13/4).
Senin siang ini, Isdianto sudah mendapat laporan pemeriksaan awal PCR. Ada 24 sample yang sudah dilakukan pemeriksaan. Hasilnya 16 sample negatif.“Ada delapan sample yang positif,” kata Isdianto.
Isdianto belum mendapat laporan sebaran pasien yanh positif ini. Termasuk cluster sebarannya dari mana. Dia berharap tak ada lagi cluster baru daerah terdampak covid19.
Metode PCR ini sering disebut sebagai swab test. Sample dari cairan pernafas bawah diambil untuk pemeriksaan. Kemudian diekstrak asam nukleatnya. Di asam nukleat inilah terkandung gwnom virus yang menentukan apakah ada infeksi atau tidak.
Isdianto ingin penggunakan PCR ini lebih luas lagi. Karena itu, saat mengunjungi BTKLPP pekan lalu, Plt Gubernur Kepri ini langsung menginstruksikan pembelian bahan pendukung sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat.
Sebelum diperiksa di Batam, sample ubtuk swab tes dari Kepri harus dibawa terlebih dahulu ke Jakarta. Memerlukan waktu hibgga delapan hari untuk mengetahui hasilnya. Dengan pengerjaan di Batam, paling lama dua hari hasilnya sudah didapat. Saat ini, 1.000 bahan pendukung untuk PCR di BTKLPP Batam dalam proses.
“Segera beli bahan pendukung yang diperlukan untuk melengkapi beroperasinya alat ini,” kata Isdianto saat itu.
Pada kesempatan itu, Isdianto kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Tetap menjalankan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Juga tetap berada di rumah.
“Kitalah yang menjaga diri kita dan keluarga kita. Juga menjaga Kepri tetap dalam kondisi sehat. Bersama kita bisa mencegah covid19 ini,” kata Isdianto.(***)






