
Tanjungpinang,Zonakepri- Pada bulan-bulan tertentu setiap tahunnya sering terjadi banjir rob atau pasang air laut yang dialami beberapa titik di wilayah Kota Tanjungpinang.
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang mengadakan kegiatan Pemberian Bantuan Peralatan bagi korban air laut pasang tinggi, yang dilangsungkan diAula kantor Kelurahan Tanjung Unggat, Jum’at (19/2).
Pemberian bantuan kepada tersebut adalah sebagai bentuk responspemerintah daerah terhadap untuk penanganan dan mengantisipasi banjir rob di beberapa wilayah, yang salah satunya kelurahan TanjungUnggat serta merupakan langkah konkrit fungsi pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk tanggap bencana.
Acara ini dihadiri oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH,di dampingi Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker),Surjadi, Camat Bukit Bestari, Lurah Tg.Unggat, serta anggota TAGANA.
Kadinsosnaker Kota Tanjungpinang, Surjadi dalam laporannya mengatakanbahwa selain 20 KK tersebut, Pemko Tanjungpinang juga memberikan bantuan kepada 3 warga lain korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Adapun bantuan yang diberikan, antara lain perlengkapan memasak, perlengkapan anak, dan beras.
“Bantuan yang diberikan bersifat pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” Ujar Surjadi.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SHmengatakan, penyebab terendamnya rumah-rumah yang berada dipesisir Tanjungunggat itu, lebih disebabkan karena rumah dibangun tidakmemperhitungkan kondisi pasang surut air laut.
“Mereka membangun rumahterlalu dekat dengan permukaan laut. Jadi ketika pasang tertinggi,semua terendam,” ujar Lis.
Pemerintah Kota menghaturkan rasa keprihatinan mendalam atas kondisibanjir rob yang menimpa dibeberapa titik wilayah Kota Tanjungpinang.
Bencana rob yang tidak dikehendaki adalah keniscayaan ketika alam lautmengenal dua bentuk musim, pasang dan surut.
Karena itu, Lis mengimbau kepada masyarakat Kota Tanjungpinang, ketika membangun rumah harus mengantisipasi kemungkinan terburuk. Pemko dalam penanganan hal ini, sedang mencari solusi yaitu sudut hukum yangmemungkinkan dapat diadopsi untuk menata Tanjung Unggat sebagai
wilayah perencanaan tata ruang lebih baik guna menghindari potensibanjir rob.
Harapan Lis, agar warga masyarakat lebih terbuka menghadapipermasalahan bencana dengan mengurangi sikap mengeluh. Permasalahan harus sama-sama dihadapi bersama perangkat pemerintahan seperti lurah camat dan instansi lainya dengan terus melakukan koordinasi.
“Semakin kedepan tentu harus ada perubahan dalah hidup kita menyangkut kondisi perumahan, ekonomi, wilayah sosial dan lain lain. Kepada tagana (taruna siaga bencana) agar bereaksi dan merespon cepat menangani problem banjir rob, dengan tetap menjaga soliditas dan tanggungjawab sebagai satgas kusus bencana. Semoga bantuan perlatan bencana rob ini dapat bermanfaat dan dipelihara kegunaanya, tutup Lis
Setelah acara penyerahan bantuan tersebut, Walikota menyempatkan diri meninjau beberapa lokasi RTLH di Kelurahan Tanjungunggat.(hum)






