Tanjungpinang

Dampak El Nino, BPBD Suplay 40 Ton Air Bersih Untuk Warga Tanjungpinang

×

Dampak El Nino, BPBD Suplay 40 Ton Air Bersih Untuk Warga Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
BPBD juga telah distribusikan air bersih untuk masyarakat beberapa bulan lalu (F-BPBD)

Zonakepri.com – Sejumlah sumur warga di Kota Tanjungpinang mulai mengering dampak El Nino dengan cuaca panas terik dan curah hujan rendah dalam beberapa pekan terakhir.

BPBD Kota Tanjungpinang mencatat sekitar 40 ton air bersih telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan hingga awal Agustus 2026.

Air tersebut dikirim menggunakan mobil tangki berkapasitas lima ton. Dalam beberapa waktu terakhir, BPBD telah sekitar delapan kali melakukan suplai ke sejumlah wilayah, di antaranya Kilometer 5, Kilometer 10 dan beberapa lokasi lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin mengatakan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat melapor melalui ketua RT/RW atau kelurahan. Laporan itu kemudian dikumpulkan untuk mengetahui jumlah rumah yang membutuhkan bantuan.

“Kalau hanya satu atau dua rumah, lebih baik dikumpulkan datanya melalui RW dan kelurahan, berapa rumah yang membutuhkan, sehingga bisa sekaligus menyuplai air,” kata Yamin, Rabu (12/8/2026).

Data dari RT/RW dan kelurahan menjadi acuan BPBD dalam menentukan jumlah air yang dikirim. Bantuan disesuaikan dengan jumlah warga yang membutuhkan di masing-masing wilayah.

“Misalnya ada 50 rumah yang membutuhkan, datanya kami siapkan dan warga yang menerima air juga sudah diketahui,” ujarnya.

Kebutuhan air tidak hanya datang dari rumah tangga. Armada BPBD dan pemadam kebakaran juga digunakan untuk menangani kebakaran lahan yang terjadi saat kondisi kemarau.

Yamin mengingatkan warga agar menggunakan air seperlunya. Ia juga mengajak masyarakat tidak membakar sampah kering maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar.

“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” lanjutnya.

Warga yang menemukan kebocoran jaringan air juga diharapkan segera melaporkannya kepada Perumda Tirta Kepri atau pengelola layanan air setempat. Air hujan yang turun juga dapat ditampung untuk kebutuhan sehari-hari sebagai cadangan.

Jika hujan belum turun dalam beberapa pekan ke depan, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah berpotensi semakin terbatas. Sementara itu, kebutuhan air untuk penanganan kebakaran lahan tetap harus dipenuhi.

Karena itu, Yamin berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah kering dan membuka lahan dengan cara dibakar. Kebakaran saat persediaan air warga terbatas akan menambah kebutuhan air untuk pemadaman.

“Menghemat air dan mencegah terjadinya kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama pada kemarau ini,” tutupnya. (tc/Dinas Kominfo)