Home » Head Line » Polresta Tanjungpinang Gagalkan Keberangkatan 2 PMI Non Prosedural Menuju Vietnam 

Polresta Tanjungpinang Gagalkan Keberangkatan 2 PMI Non Prosedural Menuju Vietnam 

pemprov

Tanjungpinang,Zonakepri-Polresta Tanjungpinang bersama BP3MI Kepri melakukan pengungkapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural di Tanjungpinang.

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Mohamad Darma Ardiyaniki dalam keterangan pers kepada media Jumat 7 Juni 2024 memaparkan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Provinsi Kepri atas nama AW (Laki laki) usia 26 tahun, pekerjaan Petani, Alamat Tanjung Kertang Kelurahan Rempang Cate Kecamatan Galang Kota Batam dan dan MA (laki laki) usia 19 tahun, Tidak Bekerja, Alamat Mabung Kel. Pasir Panjang Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga / Kelurahan Tanjung Unggat Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang tergiur dengan iming iming tawaran bekerja di Vietnam melalui Chat Telegram sebagai Scammer / Operator Live Chat Aplikasi Judi Online.

Pada Senin, 3 Juni 2024, dua CPMI diinapkan di Hotel Kaputra Tanjungpinang, dibantu pembuatan paspor, hingga diarahkan rute perjalanan dari Tanjungpinang menuju Vietnam. Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang menuju ke Singapura via Kapal  selanjutnya dari Singapura menuju Vietnam menggunakan via Taxi.

Selanjutnya pada Rabu, 5 Juni 2024, 2 CPMI diantar ke Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang untuk berangkat ke Singapura menggunakan Kapal Majestic sekira pukul 07.15 WIB dengan Paspor Visapelancong/wisatawan.

Adapun keberangkatan 2 CPMI dicegah oleh Personil Helpdesk Pelab. SBP, setelah itu dibawa ke Kantor BP3MI Tanjungpinang untuk diinterogasi, kemudian diserahkan ke Satreskrim Polresta Tanjungpinang untuk dilakukan penyelidikan.

Pada Kamis 6 Juni 2024, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Tanjungpinang berhasil mengamankan para Tersangka dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, biaya keberangkatan dan pembuatan paspor ditanggung Z W als. L H (dalam proses pengembangan, keberadaan di Vietnam). Selain itu, Z H als L H juga mengkoordinir para Tersangka dan mentransfer keuntungan dari setiap perekrutan dan keberangkatan CPMI.

Polresta Tanjungpinang juga mengamankan tersangka terdiri dari RA, Menyiapkan penginapan di Tanjungpinang, membelikan tiket, mengantarkan CPMI ke Pelab. SBP, membantu mengaktifkan paket roaming dan mengarahkan rute (mendapatkan keuntungan sebesar Rp400 ribu.

Tersangka GP dengan peran menyiapkan penginapan di Tanjungpinang dan mengantar CPMI ke Kantor Imigrasi untuk membuat paspor (mendapatkan keuntungan sebesar Rp200 ribu.

Sementara itu, tersangka S Als C dengan peran membantu kepengurusan pembuatan paspor dan mengantar ke tempat penginapan (mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1.100.000,-)

Pasal yang dikenakan untuk tersangka Pasal 81 Jo 69 UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo Pasal 55 KUHP. Menyebutkan mereka yang melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, Orang perseorangan yang melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia, dipidana penjara maksimal 10 (sepuluh) tahun dan denda maksimal Rp 15.000.000.000,- (lima belas milyar rupiah). (Humas)

Editor : Rul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top