Zonakepri.com – Ribuan jamaah memadati Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Kamis (25/6/2026) malam, dalam kegiatan Tanjungpinang Bermunajat 2026 yang menghadirkan dai nasional Ustaz Abdul Somad.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Selain menjadi syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mendorong kreativitas generasi muda melalui berbagai kegiatan religius dan sosial.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak masyarakat menjadikan pergantian Tahun Baru Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah dan meningkatkan kualitas diri.
“Momentum Tanjungpinang Bermunajat ini sangat istimewa karena bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mari kita jadikan pergantian tahun sebagai ajang bermuhasabah, mengintrospeksi diri, serta memperbaiki segala kekurangan agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Ansar.
Ansar juga mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan munajat, seraya berharap tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau.
Pada kesempatan tersebut, Ansar memaparkan berbagai program keumatan yang terus dijalankan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota. Salah satunya ialah program penempatan 50 ustaz di wilayah hinterland yang telah berjalan selama lima tahun sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan di pulau-pulau terluar dan terpencil.
Menurut Ansar, kehadiran para ustaz di wilayah hinterland tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga memberikan pendampingan moral dan spiritual bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kepri merupakan provinsi yang heterogen. Karena itu, kebersamaan, persatuan, dan harmoni kehidupan harus terus kita jaga. Itulah modal utama untuk melanjutkan pembangunan daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Selain program ustaz hinterland, Pemprov Kepri juga terus memberikan perhatian kepada tenaga pendidik keagamaan melalui bantuan bagi lebih dari 13 ribu tenaga pendidik keagamaan non-ASN, pengelola masjid, dan guru agama di seluruh Kepulauan Riau.
Pada 2026, Pemprov Kepri juga mengalokasikan bantuan kepada 334 masjid, musala, yayasan, dan lembaga keagamaan sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kehidupan beragama di daerah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak umat Islam menjaga kebersihan hati, memperbanyak zikir dan selawat, serta menjauhi segala bentuk larangan Allah SWT.
Menurutnya, salah satu ujian terbesar dalam kehidupan adalah menerima setiap ketetapan Allah SWT dengan hati yang lapang. Karena itu, umat Islam perlu terus memperkuat hubungan spiritual melalui ibadah agar memperoleh ketenangan jiwa dan keberkahan hidup.
Pesan-pesan yang disampaikan Ustadz Abdul Somad disambut antusias ribuan jamaah yang memadati Lapangan Pamedan. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai jalannya kegiatan hingga berakhir.
Rangkaian Tanjungpinang Bermunajat 2026 berlangsung pada 25–27 Juni 2026 dengan beragam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, di antaranya pameran kaligrafi, lomba marawis, lomba vokal grup selawat, fashion show busana muslim, serta bazar UMKM.
Turut hadir Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang. (zah)












