TanjungpinangZona Kepri

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak, Tahu Tempe Naik

×

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak, Tahu Tempe Naik

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang,ZonaKepri-Sejak terjadi lonjakan nilai tukar dolar terhadap rupiah atau melemahnya nilai rupiah terhadap dolar berimbas terhadap harga kedelai impor sebagai bahan baku utama untuk membuat tahu dan tempe.

Harga kedelai tercatat terus mengalami peningkatan dari Rp380 ribu per 50 kg menjadi sekitar Rp 500 ribu per kg,  mengakibatkan kenaikan terhadap harga tahu dan tempe.

Khusus tahu harga per potong dari Rp800 menjadi Rp1000 dan sekarang Rp1200. Terhitung mulai sebelum hari Raya Idul Fitri 2018 hingga sekarang.  Harga tersebut telah disepakati bersama dalam wadah Asosiasi Pengusaha Tahu dan Tempe di Kota Tanjungpinang.

“Selain harga tahu naik maka ukuran pun diperkecil,”sebut Sobirin pengusaha tahu di Jalan Wiratno Tanjungpinang, ditemui Minggu 9 Sptember 2018.

Sobirin yang mengelola usaha tahu sejak tahun 1972 tersebut juga mengeluhkan naiknya harga kayu bakar, yang dipergunakan sebagai bahan bakar untuk membuat tahu.

“Harga kayu untuk bahan bakar juga naik dari Rp 150 ribu menjadi Rp 280 per lori,”ujarnya.

Menurutnya, pengusaha tahu dan tempe bergantung pada pasokan kedelai impor yang didatangkan dari Malaysia. Kedelai impor ini memiliki kualitas bulir kedelai berukuran besar dibandingkan kedelai lokal yang berukuran bulir lebih kecil. Sehingga pengusaha tahu tempe cenderung memilih kedelai impor dibandingkan lokal meski memiliki harga lebih mahal,sementara kedelai lokal meski berukuran kecil dan murah tapi juga banyak kotoran tercampur dalam kedelai, seperti patahan dahan  dan lainnya.

Untuk mendapatkan kedelai impor tersebut, pengusaha tahu dan tempe sudah memiliki langganan agen dari Tanjunguban.

“Kalau butuh kedelai kita tinggal kontak saja dari Tanjunguban, nanti langsung diantar dan kebutuhan kedelai per hari untuk membuat tahu sekitar 50 kg. Sebagian besar, pembeli datang ke rumah untuk membeli tahu. Kalau ada sisa baru dijual ke pasar,”papar Sobirin.(hen)