Zonakepri.com- Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah melakukan langkah antisipatif menyusul adanya satu warga yang diduga terinfeksi super flu sepulang dari ibadah umroh.
Meski masih berstatus dugaan awal, kasus ini menjadi perhatian serius guna mencegah potensi penularan, khususnya pada kelompok rentan.
Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru satu orang yang masuk dalam kategori suspek.
Sampel dari pasien tersebut telah dikirim ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna memastikan diagnosis secara pasti.
“Kasusnya masih satu dan belum bisa disimpulkan. Saat ini sampel sudah dikirim ke Jakarta, kami masih menunggu hasil resminya,” kata Bisri, Kamis 15 Januari 2026 ditemui di Dompak.
Pasien yang diduga terpapar diketahui merupakan warga Kota Batam berusia sekitar 60 tahun.
Ia mengalami gangguan kesehatan tidak lama setelah kembali ke Indonesia usai menunaikan ibadah umroh.
Sebelum dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, pasien sempat menjalani pengecekan kesehatan awal di Batam.
Dalam keterangannya, Bisri menekankan bahwa masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan.
Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan dengan menjalankan protokol kesehatan, terutama bagi warga yang sedang mengalami gejala flu agar tidak menularkan ke orang lain.
Ia menjelaskan, secara umum penyakit tersebut memiliki karakteristik yang serupa dengan flu pada umumnya.
Kendati begitu, dampaknya bisa lebih serius apabila menyerang kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan penderita penyakit tertentu.
“Untuk masyarakat umum tidak perlu khawatir berlebihan. Tapi bagi kelompok rentan, tetap harus lebih hati-hati karena risikonya bisa lebih berat,” jelasnya.
Dinkes Kepri pun mengimbau masyarakat, khususnya lansia dan keluarga yang memiliki anggota berisiko tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan sembari menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Jakarta.
“Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama untuk memutus kemungkinan penularan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.(Ki)







