Tanjungpinang

Selama 2024, RPTC Tanjungpinang Pulangkan 1.391 PMI Ilegal Ke Daerah Asal 

×

Selama 2024, RPTC Tanjungpinang Pulangkan 1.391 PMI Ilegal Ke Daerah Asal 

Sebarkan artikel ini
PMI deportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang

Zonakepri.com-Malaysia kembali mendeportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal sebanyak 150 orang melalui pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa 10 Desember 2024, sekitar pukul 15.00Wib.

PMI Ilegal yang dideportasi pada hari ini sebanyak dua trip kapal, yakni pukul 15.00Wib dan pukul 21.00Wib dengan jumlah trip kapal pertama sebanyak 150 orang dan trip kapal kedua juga 150 orang.

Koordinator Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, Sulistyaningsih mengatakan, pada hari ini, Selasa 10 Desember 2024 terdapat 300 PMI ilegal yang dipulangkan. Mereka dipulangkan secara bertahap dimana pada gelombang pertama dipulangkan 150 orang, terdiri dari 29 perempuan, 3 anak dan 117 laki-laki.

“PMI Ilegal yang dipulangkan ke tanah air setibanya di Pelabuhan SBP Tanjungpinang maka dibawa ke rumah penampungan RPTC  sebelum di pulangkan ke daerah asal masing-masing, “sebutnya.

Menurutnya PMI ilegal yang dideportasi dari Malaysia disebabkan berbagai hal, diantaranya dokumen tidak lengkap, over stay, kerja di Malaysia dengan visa pelancong bahkan tanpa dokumen.

Untuk 300 PMI ilegal yang dideportasi hari ini terdiri dari laki-laki 230 orang, perempuan 70 orang serta terdapat anak-anak berjumlah 6 orang.

Sementara itu, total PMI Ilegal yang dideportasi Malaysia dan dipulangkan ke tanah air melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang ditampung lebih dulu di RPTC Tanjungpinang di tahun 2024 sebanyak 1.391 orang.

Salah seorang Pekerja Migran Indonesia asal Flores, Junior mengaku, baru pertama kali ke Malaysia dan berencana akan bekerja di kebun sawit.

Namun belum sempat turun dari kapal yang ditumpangi, telah ditangkap pihak police Malaysia ditengah laut, saat sedang menunggu penjemputan kapal yang akan membawa mereka bekerja di Malaysia.

“Baru masuk perairan Malaysia pukul 11 malam nunggu orang jemput kita, kita tak tau tekongnya call sama police Malaysia. Kita kira itu orang yang mau jemput kita, pas di tongkang kita baru tau mereka police Malaysia,”ujarnya.(rul)