Home » Zona Kepri » Tanjungpinang Inflasi 0,27 Persen

Tanjungpinang Inflasi 0,27 Persen

BPSDari 16 kota yang ada di wilayah Sumatera, Kota Tanjungpinang mengalami inflasi terendah 0,27 persen pada Mei 2013.
Sementara inflasi tertinggi berada di Kota Lhokseumawe mencapai 0,88 persen. Sedangkan deflasi tertinggi berada di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,47 persen dan deflasi terendah mencapai 0,01 persen di Kota Pekanbaru.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Dumangar Hutauruk dalam rilis 3 Juni 2013 di Kantor BPS Kepri Jalan Kijang Lama KM 7 Tanjungpinang menyebutkan perkembangan inflasi di 66 Kota di Indonesia terdapat 23 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi di Kota Ambon sebesar 2,25 persen dan inflasi terendah di Kota Bogor mencapai 0,01 persen. Sementara itu, terdapat 43 kota di Indonesia mengalami deflasi. Deflasi tertinggi di Kota Mataram sebesar 1,03 persen dan deflasi terendah di Kota Pekanbaru dan Tasikmalaya sebesar 0,01 persen.
Untuk di Provinsi Kepri, selain Tanjungpinang juga diketahui kondisi inflasi di Kota Batam pada Mei 2013 mencapai 0,03 persen. Pemicu terjadinya inflasi disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Dari 77 komoditi yang mengalami kenaikan harga diantaranya cabe merah, ketimun, ayam goreng,jeruk, rokok kretek filter, sawi hijau,cabe hijau,kacang panjang, mie kering instan. Meski harga komoditi tersebut naik ternyata ada juga harga barang yang turun. Seperti emas perhiasan, bawang merah, tomat sayur, kangkung, telur ayam ras, ikan tongkol, ikan kembung, bawang putih, minyak goreng, cabe rawit, pisang dan lainnya.
“Isu rencana menaikkan harga BBM, membuat pedagang menaikkan harga barang. Meski kenaikan BBM tersebut hingga sekarang belum direalisasikan. Apalagi saat pemerintah nanti benar benar menaikkan harga BBM. Pasti harga barang juga naik,”papar Dumangar.
 (roel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top