Tanjungpinang

Tolak Pindah Ke Pelantar 2, Kini Penambang Pompong Perbaiki Pelantar Kuning

×

Tolak Pindah Ke Pelantar 2, Kini Penambang Pompong Perbaiki Pelantar Kuning

Sebarkan artikel ini
Ruang tunggu yang disediakan bagi calon penumpang ke pulau penyengat dari pelabuhan kuala riau di kawasan Pelantar 2 Tanjungpinang

Zonakepri.com-Penambang pompong di Pelantar Kuning atau Pelantar penyebrangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat ramai-ramai patungan memperbaiki Pelantar Kuning.

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk penolakan untuk di pindahkan sementara ke Pelantar II, sebagai tempat penyebarangan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat.

“Ini sebagai bentuk penolakan warga penyengat termasuk penambang pompong di Pulau Penyengat,” kata Ilyas, Wakil Penambang sekaligus Koordinator Pelantar Penyengat, saat ditemuai di Pelantar Penyengat, Sabtu (07/12/2024).

Ilyas atau yang akrab disapa Pak Ngah ini menyebutkan, perbaiki Pelantar Kuning ini dilakukan secara swadaya untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengingat, kondisi Pelantar Kuning atau Pelantar Penyengat saat ini kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan pada bagian tiang-tiang pelantar tersebut.

“Kalau ada apa-apa bahaya bagi masyarakat. Makanya, kami lakukan secara swadaya. Kami telpon kawan-kawan kami dari luar daerah untuk meminta bantu. Sampai sekarang bantuan masih mengalir,” ucap Ilyas.

Ilyas mengaku, dirinya tidak mengetahui kapan Pelantar Kuning atau Pelantar Penyengat akan di perbaiki. Padahal, jelas dia, sejumlah pihak telah melakukan survei kondisi pelantar ini.

“Kalau yang datang survei bukan dari Tanjungpinang aja, Batam, Jakarta juga ada. Tapi gini jugak jadinya,” sebutnya.

Menolak Pindah Ke Pelantar II

Sementara itu, Ilyas menegaskan, warga dan penambang pompong Pelantar Penyengat menolak untuk dipindahkan ke Pelantar II karena mempertimbangkan beberapa hal.

Seperti, faktor alam dan ketika air surut membuat pompong mereka tidak bisa merapat ke Pelabuhan Pelantar II.

“Alasan kami menolak karena faktor alam. Saat ini pompong tidak bisa merapat ke Pelabuhan Pelantar II. Kalau sore, pompong tidak bisa masuk karena dangkal. Banyak yang kami pertimbangkan,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung Ilyas, mereka bersedia pindah ke Pelantar II dengan syarat jika Pelantar Kuning telah di lelang dan papan proyek sudah terpasang dikawasan pelantar tersebut.

“Kami dari masyarakat atau dari penambang tak payah lagi kami di perintah-perintah suruh pindah. Kami sendiri yang akan pindah untuk sementara tapi. Dengan syarat, proyek sudah jalan. Tapi apa, sampai sekarang belom ada kejelasan,” lanjut Ilyas.

Namun, ia merasa bingung karena pihak Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepulauan Riau, selalu ngotot agar mereka pindah ke Pelantar II.

“Yang saya risaukan, kenapa dari BUP begitu ngotot mau mindahkan kami, gitukan. Saya pun gak tau,” ucapnya.

“Siapapun awak jumpe orang penyengat baik masyarakat maupun penambang pasti gak mau di pindahkan, organisasi pemuda semua menolak untuk di pindahkan,” sambungnya.

Tambah Ilyas, biasanya para penambang hanya mengakut penumpang berjumlah 15 orang. Tetapi, jumlah penumpang ditambah satu orang sehingga menjadi 16 orang penumpang.

“Kalau di Pelantar Penyengat ini biasanya kami mengakut 15 orang. Ditambah jadi 16 orang, jadi yang satu orang penumpang ini untuk BUP. Rencananya disuruh pindah tanggal 10 ini,” ungkapnya.

“Soal masalah permasalahan parkir, kalau disini tidak bayar khusus warga penyengat. Ada yang dijaga itu bayar memang. Kalau pindah kami ditekan juga buat bayar,” ucapnya. (Zup)