Kepulauan Riau

Update Prakiraan Cuaca, BMKG Tetapkan Kepri Status Waspada Hingga 5 Desember 2025 

×

Update Prakiraan Cuaca, BMKG Tetapkan Kepri Status Waspada Hingga 5 Desember 2025 

Sebarkan artikel ini
Kepala BMKG Bandara RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih (F-Yuki Vegoiesta)

Zonakepri.com – Kepala BMKG Kota Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera beberapa hari terakhir merupakan dampak langsung dari siklon tropis Senyar.

“Fenomena tersebut memicu banjir bandang, longsor, serta jebolnya tanggul sungai di tiga provinsi,” ujarnya saat ditemui, Selasa (2/12/2025).

Kosasih menyebut, meski Provinsi Kepulauan Riau terutama Tanjungpinang dan Bintan tidak terkena imbas secara langsung, namun terdapat pengaruh tidak langsung yang sempat dirasakan.

Salah satunya adalah peningkatan tinggi gelombang di perairan Kepri yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Sementara itu, curah hujan di wilayah Kepri dinilai masih berada pada kategori normal dan tidak menunjukkan indikasi hujan ekstrem seperti yang terjadi di Sumatera.

“Kepri tidak terdampak langsung siklon tropis Senyar. Dampak yang dirasakan lebih ke peningkatan gelombang dan hujan yang masih dalam level normal,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG menetapkan Kepri dalam status waspada hingga 5 Desember. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati.

Kosasih juga menegaskan bahwa BMKG selalu siap memberikan informasi dini apabila potensi cuaca ekstrem meningkat.

“Dalam rentang satu minggu, biasanya kami dapat melihat trennya. Jika ada peningkatan kondisi dari waspada menjadi siaga atau awas, tentu akan segera kami sampaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, koordinasi mitigasi bencana hidrometeorologi sebenarnya telah dilakukan sejak jauh hari. Pada 12 November lalu, BMKG telah menggelar pertemuan bersama BPBD Provinsi Kepri, BPBD Kota Tanjungpinang, serta BPBD Kabupaten Bintan.

“Kami sudah menyampaikan persiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang November, Desember, dan Januari. Bahkan sebelum kejadian di Sumatera, koordinasi di Pulau Bintan sudah berjalan,” pungkasnya.(Ki)

Editor : Andri