
Zonakepri.com-Usai perayaan tahun baru Imlek 2025, harga ikan dan cabai di Kota Tanjungpinang mulai menurun.
Harga Ikan Tongkol yang saat jelang Imlek dan perayaan Imlek sempat melambung Rp38 ribu per kilo, kini turun menjadi Rp15 ribu per kg. “Untuk tongkol putih harga per kg sudah turun menjadi Rp15 ribu. Sedangkan harga ikan kerapu masih normal Rp25 ribu per kg, ” Sebut Husein, pedagang ikan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Minggu 8 Februari 2025.
Menurutnya, ikan tongkol lagi banjir alias musim saat ini. Sehingga harga ikan tongkol turun dratis.
Namun, masih ada juga pedagang yang menjual ikan tongkol putih dengan harga Rp28 ribu per kg. “Ikan tongkol segar bukan ikan di es, ” sebut Herman.
Sementara itu, harga cabai juga mulai menurun di Pasar Bintan Center Tanjungpinang. Untuk cabai hijau dari Rp70 ribu per kg menjadi Rp55 ribu per kg. Harga cabai merah juga turun dari Rp84 ribu per kg menjadi Rp80 ribu per kg. “Harga cabai mulai turun, namun harga cabai nano masih Rp94 ribu per kg, ” sebut Marni.
Sementara itu, harga bawang merah asal Jawa juga turun dari Rp36 ribu per kg menjadi Rp34 ribu per kg, harga bawang merah impor Rp24-Rp26 ribu per kg.
Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang berupaya menstabilkan harga pangan dan memberikan akses bahan pangan murah untuk masyarakat telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Mini On the Road di halaman kantor DP3 Tanjungpinang, Kamis (6/2/2025).
Ludiana Sinaga, Fungsional Ahli Muda DP3 Kota Tanjungpinang mengatakan kegiatan GPM dilaksanakan dengan konsep non-budgeter, artinya tanpa menggunakan anggaran APBD. Program ini bekerja sama dengan Bulog, petani lokal melalui Gerai Pasar Tani, serta distributor dan UMKM yang akan dilibatkan ke depannya.
“Kami berusaha menyediakan bahan pangan yang lebih murah bagi masyarakat. Tahun lalu, program serupa sudah ada, tetapi kali ini kami sebut On the Road karena tidak menggunakan anggaran APBD,” ujarnya.
Program ini akan digelar dua kali sebulan di lokasi yang tidak memerlukan tenda atau fasilitas tambahan.
Dalam pelaksanaannya, Bulog menyediakan beras, minyak goreng, tepung, dan gula, sementara petani lokal menjual sayuran segar hasil panen mereka. (rls/rul)







