
Tanjungpinang,Zonakepri-Akibat tagihan listrik di rumah melonjak dari biasanya, puluhan warga Tanjungpinang mendatangi kantor Unit Layanan Pengaduan ULP 3 Tanjungpinang, Senin 8 Juni 2020.
Kedatangan masyarakat tersebut,untuk menanyakan kepada PLN tentang kenaikan rekening tagihan listrik di rumah pada Juni 2020.
Salah satu warga Ibu El mengeluhkan kenaikan pembayaran tagihan listrik dirumahnya yang naik drastis.
“Padahal selama Pandemi Covid-19 saya hanya dirumah aja,tidak seperti biasa nya,tidak menggunakan peralatan listrik saat berjualan”,keluhnya.
Ibu El yang pekerjaan sehari harinya sebagai pedagang nasi di kaki lima ini juga mengungkapkan,dirinya hanya dirumah saja tidak berjualan selama masa Pandemi Covid 19.
“Biasanya setiap bulannya tagihan pembayaran rekening listrik hanya Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per bulan, tapi bulan ini bisa mencapai Rp1,2 juta. Bagaimana Saya mau bayar sementara Saya saat ini sedang tidak berjualan,”keluhnya.
Menanggapi keluhan warga yang mengalami lonjakan tagihan rekening listrik Juni 2020, Dirut ULP 3 PLN Tanjungpinang Suharno mengatakan sejak terjadi wabah Covid-19 sekitar Februari 2020, maka tidak seluruh pelanggan dilakukan pencatatan KWH meter oleh petugas. Sehingga untuk tagihan listrik, dilakukan taksiran penggunaan listrik pada tiga bulan sebelumnya, yakni Desember 2019, Januari dan Februari 2020.
“Ada sekitar 30 persen pelanggan yang dilakukan pencatatan KWH meter di rumah pelanggan oleh petugas, sisanya dilakukan taksiran atau perkiraan pemakaian listrik,”sebutnya.
Mengingat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan terjadi work from home sejak Maret maka dilakukan pengecekan untuk tagihan listrik ke rumah rumah dengan cara foto. Ternyata pemakaian listrik cenderung meningkat. Hingga akhirnya, tagihan Juni 2020 terjadi lonjakan.
Dengan melonjaknya tagihan listrik bulan Juni 2020, maka Suharno memberikan keringanan kepada pelanggan untuk membayar cicil dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.
Dijelaskan Suharno, ULP 3 PLN Tanjungpinang membawahi pelayanan tujuh Kabupaten Kota di Kepri Kecuali Batam.
Total keseluruhan Pelanggan PLN pasca bayar sebanyak 94.633 pelanggan. Penerima subsidi 450 Ampere sebanyak 11.965 pelanggan, 900 Ampere sebanyak 15.800 pelanggan.
Sedangkan pelanggan yang non subsidi sebanyak 55.266 pelanggan. (red)






