
Zonakepri.com – Pemerintah pusat berencana melelang sebanyak 4,25 juta ton cadangan bauksit hasil penyitaan negara yang tersebar di sejumlah titik di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Total nilai potensi dari mineral tambang ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 triliun.
Pelepasan proses lelang dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) RI, Lodewijk Freidrich Paulus, bersama Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung Asep N Mulyana di kawasan Tanjung Moco, Tanjungpinang, pada Senin (28/7/2025).
“Jumlahnya memang besar. Walaupun volumenya kemungkinan menyusut karena sudah tersimpan lebih dari satu dekade, namun tingkat kekayaan mineralnya justru bisa meningkat karena karakteristik bauksit yang mengeras seiring waktu,” ujar Lodewijk dalam sambutannya.
Adapun lokasi-lokasi penumpukan bauksit tersebut tersebar di berbagai titik strategis, di antaranya:
Blok 1 Pulau Kentar (300 ribu ton)
Blok 2 Pulau Kentar (100 ribu ton)
Wacopek (1 juta ton)
Tembeling (200 ribu ton)
Pulau Kelong (1 juta ton)
Pulau Angkut (200 ribu ton)
Pulau Malin (450 ribu ton)
Pulau Dendang (150 ribu ton)
Tanjung Moco (100 ribu ton)
Senggarang Besar (200 ribu ton)
Sungai Timun (100 ribu ton)
Sungai Carang (50 ribu ton)
Dompak Laut (100 ribu ton)
Tanjung Lanjut (300 ribu ton).
Sementara itu, Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen, Sarjono Turin, menjelaskan bahwa sebelum lelang resmi dimulai, pihaknya akan melakukan uji kualitas dengan mengambil sampel dari setiap lokasi guna memastikan kandungan mineralnya.
“Lelang ini akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Setelah perusahaan pemenang ditetapkan, mereka akan diberi izin untuk mengekspor hasilnya. Dari sini, negara akan memperoleh tambahan devisa,” jelas Sarjono.
Lodewijk turut mengungkapkan harapannya agar perusahaan dari wilayah Kepri dapat ikut ambil bagian dan memenangkan proses lelang.
Dengan begitu, pembangunan fasilitas pemurnian seperti smelter bisa direalisasikan di dalam daerah dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat.
“Lebih dari sekadar nilai ekonomi, ini juga membuka ruang bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan lokal,” tutupnya. (Ki)








