Bintan,Zonakepri – Apri Sujadi calon petahana Bupati Bintan kaya akan ide dan gagasan dalam membangun Kabupaten Bintan. Ide dan gagasan itu bukan sebagai obrolan belaka saat memasuki masa kampanye ,melainkan program yang wajib dijalankan jika diamanahkan kembali sebagai Bupati Bintan mendatang.
Apri telah membuktikan dan mampu menyesesaikan visi dan misinya periode lalu hingga mencapai 90 persen. Seperti program kesehatan gratis, dan pendidikan yang saat ini telah dirasakan masyarakat Kabupaten Bintan. Bahkan programnya menjadi percontohan didaerah lain. Selain itu, dibidang pembangunan infrastruktur meningkat tajam dimasa kepemimpinanya.
Kali ini Pasangan Apri-Robby mengagas menjadikan Kabupaten Bintan sebagai kota berketahanan pangan atau berkemampuan dalam menghadapi krisis (Resilience City). Dimana konsep ini sangat kosentrasi dipikirkan Apri-Robby dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Bintan agar memiliki daya tahan diberbagai bidang kehidupan.
Menurut Apri konsep Resilience City salah satu obat paling ampuh dalam mengahapi masa sulit imbas dari Pandemi Covid-19 atau menghadapi keadaan krisis. Karena dalam situasi seperti ini dibutuhkan solusi yang konkrit dalam memecahkan persoalan, dan jangan sampai masyarakat semakin sulit dalam memenuhi kehidupan.
“Konsep Resilience City ini bertujuan untuk menguatkan daya tahan masyarakat seperti tahan ekonominya, tahan kebutuhan pangan, tahan kehidupannya mendapatkan lapangan kerja dan lapangan usaha. Selain itu juga jaring pengaman social dengan Bantuan Langsung Tunai bagi orang-orang tua kita,” sebut Calon Bupati Bintan Apri Sujadi, Minggu (11/10/2020).
Pasangan Apri-Roby menuangkan gagasan Resilience City untuk 5 tahun kedepan menjadikan Bintan yang tangguh, berkekuatan dan mampu menghadapi krisis. Apri menyebutkan, sebagaimana diketahui saat ini kita dihadapi melambatnya ekonomi, inilah tantangan besar bersama.
“Untuk itu kami membentuk program-program menjadikan Bintan Rumah Kita tempat yang teduh, nyaman, aman, makmur sejahtera dan memiliki daya tahan yang baik jika menghadapi krisis,” sebutnya.
Apri menjelaskan, Resilience City itu berupa pembentukan tempat pelelangan ikan, program gerbang kampung, ekonomi digital dan ivestasi gotong royong penguatan modal, stimulus ekonomi, investasi dan ketenagakerjaan.
Misalnya, kata Apri, melalui program Gerbang Kampung, yang salah satunya punya misi untuk membangun Kampung Tahan Pangan, dirinya bersama Roby Kurniawan, calon Wakil Bupati Bintan, ingin membangun ketahaan pangan di kabupaten Bintan, agar pangan masyarakat tetap tercukupi.
Apri menyadari bahwa masyarakat petani umumnya tinggal di kampung, maka ketahanan pangan harus diperkuat dari kampung, dan memiliki lahan yang memadai pengembangan sektor pertanian.
Lahan tidur yang selama ini dibiarkan, akan digarap sebagai lahan pertanian.Nantinya, para petani akan di dorong untuk lebih giat lagi dalam mengelola lahan pertanian dengan menanami berbagai aneka ragam tanaman pangan dan Para petani juga akan mendapat pendampingan dari dinas teknis terkait.
Penyuluhan pertanian akan ditempatkan di kampung-kampung, untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Para petani kita gerakkan untuk menggarap lahan tidur untuk dikelola sebagai lahan pertanian, kemudian kita dukung alat-alat pertanian petani, setelah itu, petani juga kita bimbing mulai dari pengelolaan hingga perawatan dan masa panen, agar hasilnya sangat menggembirakan,” papar Apri.
Ia menyebutkan saat ini pertanian padi di Bintan cukup berhasil, yang ditandai dengan peluncuran produk beras Padi Mas, yang merupakan hasil produk pertanian Bintan.
Keberhasilan pertanian padi ini, lanjut Apri, juga akan menjadi motivasi bagi para petani untuk menanam aneka ragam tanaman pagan, seperti cabe, sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan lainnya.
Selain itu, petani ternak dan tambak, juga akan diberdayakan. Sama seperti pengelolaan pada tanaman pertanian, peternak dan petani tambak juga akan mendapat pendampingan dari dinas teknik terkait.
“Peternak dan petambak juga mendapat dibimbing dari dinas terkait dan tenaga penyuluhan, dari saat pembuatan kandang ternak dan kolam tambak, hingga penyediaa bibit ternak dan benih ikan, serta dalam melakukan perawatan,” katanya.
Semua hasil pertanian akan diutamakan untuk kecukupan masyarakat di sekitar kampung. Akan tetapi, jika konsumsi sudah memadai, hasil panen pertanian, bisa juga dijual untuk menambah pendapatan masyarakat, yang dapat menggerakkan roda ekonomi warga yang tinggal di kampung.
“Melalui Kampung Tahan Pangan, kami ingin kebutuhan pangan masyarakat Bintan tetap tercukupi terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti pandemi Covid-19, yang sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Apri Sujadi.(***)











