Kepulauan Riau

Desember 2019, Batam Dan Tanjungpinang Alami Inflasi Tertinggi Di Indonesia

×

Desember 2019, Batam Dan Tanjungpinang Alami Inflasi Tertinggi Di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rilis BPS Kepri dihadiri OPD dan instansi lainnya

Tanjungpinang,Zonakepri-Kota Tanjungpinang dan Kota Batam mengalami inflasi tertinggi dari 72 kota di Indonesia pada Desember 2019. Kota Tanjungpinang mengalami inflasi 1,17 persen dan Kota Batam 1,28 persen.

Sementara itu, dari 17 kota yang mengalami inflasi di Sumatera, Kota Batam tercatat mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,28 persen disusul Kota Tanjungpinang sebesar 1,17 persen. Untuk inflasi tahun kalender periode Januari hingga Desember 2019 di Kepri mencapai 2,03 persen.

“Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menempati peringkat 1 dan 2 yang mengalami inflasi di Bulan Desember 2019 se-Sumatera dan se-Indonesia,”sebut Kepala BPS Kepri Zulkifli dalam rilis awal bulan Januari 2020 di Kantor BPS Kepri Jalan A Yani Tanjungpinang.

Dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, tercatat 60 komoditas mengalami kenaikan harga dan 36 mengalami penurunan harga. Sedangkan Kota Tanjungpinang dari 341 komoditas yang menyusun inflasi terdapat 60 komoditas mengalami kenaikan harga dan 18 komoditas mengalami penurunan harga.
Terjadinya inflasi Desember 2019 disebabkan adanya kenaikan kelompok bahan makanan naik 4,05 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 1,65 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,02 persen. Sedangkan kelompok sandang turun 0,06 persen, kelompok kesehatan turun 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga.

Khusus kelompok bahan makanan pada Desember 2019 mengalami kenaikan indeks sebesar 4,05 persen, sebagai akibat naiknya indeks harga delapan subkelompok yakni sub kelompok sayur sayuran naik 25,65 persen, bumbu bumbuan naik 4,58 persen, telur, susu dan hasil hasilnya naik 2,74 persen, minyak dan lemak naik 1,02 persen, ikan segar naik 0,88 persen,buah buahan naik 0,42 persen,padi paduan, umbi umbian dan hasilnya naik 0,03 persen. (red)