Tanjungpinang

Disiplin Prokes Dan Budayakan Konsumsi Jamu Tradisional Antisipasi Covid-19

×

Disiplin Prokes Dan Budayakan Konsumsi Jamu Tradisional Antisipasi Covid-19

Sebarkan artikel ini
pembagian masker untuk pedagang di pasar untuk mencegah penyebaran Covid-19

Tanjungpinang,Zonakepri-Serangan penyakit Covid-19 telah menimpa semua khalayak baik bayi, anak, dewasa maupun usia lanjut. Berbagai cara dilakukan untuk menangkal penyebaran Covid-19 yang masuk ke tubuh. Salah satunya dengan meminum jamu tradisional.

Jamu tradisional yang sering digunakan untuk menangkal maupun menyembuhkan Covid-19 tersebut diantaranya temulawak, kunyit, jahe merah, jahe putih, bawang putih tunggal serta jeruk nipis dan madu.

Penjual Empon Empon di Pasar Baru I Tanjungpinang Sri mengatakan, bahan jamu seperti temulawak, kunyit, jahe, jeruk nipis sering dicari warga.” Kalau pembeli bertanya empon empon untuk obat Covid-19 ya itulah biasa dipakai,”sebutnya 16 Agustus 2021.

Dewi yang tinggal di Km 14 Tanjungpinang mengaku sempat awalnya demam, tidak kuat berdiri lama bahkan hampir pingsan jika lama berdiri, juga penciuman hilang pada Juli 2021. Bahkan, kedua anaknya juga ikut demam dan hilang selera makan.

Untuk mengobati sakitnya itu, Dewi yang sudah menduga tertular Covid-19 dari suami yang juga sering batuk batuk dan demam. Hingga akhirnya meminta tetangga untuk membeli jamu di pasar. Untuk menghindari tetangga tertular, dirinya bersama anak anak mengurung diri dan mengenakan masker meskipun di rumah dan menjaga protokol kesehatan.

Setelah mengolah jamu tradisional racikan sendiri tersebut, ternyata Dewi yang hari itu hilang penciuman keesokan harinya sudah kembali bisa mencium seperti biasa. “Saat ini tersisa batuk sedikit sedikit saja, tapi kesehatan sudah pulih semua,”sebutnya  yang mengobati sendiri keluhan sakit dengan senantiasa meminum air hangat juga berkumur dengan air yang ditabur sedikit garam serta berjemur dibawah terik matahari sekitar pukul 10.00Wib.

Dewi mengaku, berat badannya susut beberapa kilogram  saat mengalami keluhan mirip Covid-19. Mengingat selera makan turun drastis, bahkan tenggorokan pun terasa pedih saat menelan makanan. Perjuangan untuk sembuh itulah yang mampu menyembuhkan sakit dari Covid-19 dengan terus memaksakan diri mengkonsumsi makanan dan rajin membuat racikan jamu serta berjemur. Dan tak lupa senentiasa menjaga kebersihan rumah dengan mempergunakan pengepel lantai menggunakan cairan Detol.

Menurut Dewi, dirinya tidak melakukan SWAB PCR untuk memastikan terkonfirmasi positif atau tidak. Namun dirinya sudah mengambil langkah langkah mengobati diri sendiri dengan gejala yang dialami seperti gejala Covd-19.

Pengalaman serupa juga dialami Rosdiana yang sempat mengalami hilang penciuman, demam dan batuk batuk dengan meracik jamu buatan sendiri seperti jahe, kunyit, temulawak, jeruk nipis serta madu serta berjemur.

Rosdiana juga mengaku tidak melakukan Swab PCR untuk mengetahui jenis sakit yang dialami. Namun dirinya mengobati sendiri keluhan sakit yang diderita.

Ibu yang aktif di Majelis Taklim tersebut mengaku sempat ke dokter untuk berobat dan diberikan obat penurun panas dan obat batuk. Sehingga penyakit yang dialami juga akhirnya sembuh dengan sendirinya. Meski telah sembuh dari keluhan sakit, namun perilaku disiplin protokol kesehatan tetap dilakukan hingga saat ini. “Jangan lupa diiringi doa dalam berikhtiar untuk kesembuhan sakit,”sebutnya beberapa hari lalu. (heny)