Zonakepri.com-Masyarakat Kota Tanjungpinang yang bertempat tinggal di pusat kota dan sibuk dengan pekerjaan, memanfaatkan Taman Batu 10 untuk tempat santai melepas lelah ataupun berbelanja aneka kuliner.
Taman Batu 10 yang telah dilengkapi fasilitas wifi publik, sarana bermain anak dan pepohonan yang rindang serta beragam UMKM yang berjualan aneka makanan dan minuman menjadi salah satu alternatif wisata bagi masyarakat.
Meskipun Taman Batu 10 masih terbilang minim lahan untuk berwisata maupun bermain bagi anak anak, namun untuk duduk santai dan masuk di kawasan ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Berlokasi berdekatan dengan kantor Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang maupun pusat perbelanjaan dan pertokoan membuat kawasan jalanan disekitar Taman Batu 10 ramai dilalui kendaraan.
Salah satu warga Kota Tanjungpinang Fatimah mengaku sering mengunjungi Taman Batu 10 dengan membawa anak anaknya untuk bermain dengan sarana permainan yang ada. “Anak anak suka main plorotan di Taman Batu 10,”sebutnya 1 Mei 2026.
Menjelang sore hari, jumlah pedagang di kawasan Taman Batu 10 mulai ramai yang buka lapak, dengan membawa gerobak jualan. Ada keripik ubi, ada molen pisang, ada siomay, batagor dan lainnya.
Sementara saat pagi hari, pinggir jalan di sekitar Taman Batu 10 menjadi lokasi berjualan bagi pedagang makanan, buah buahan yang dijual diatas kendaraan roda empat serta ada juga penjual anak ayam yang dicat berwarna warni.
Dedi yang berjualan siomay mengatakan, ketersediaan wifi publik di area Taman Batu 10 membuat warga betah untuk berlama lama dan menikmati beragam kuliner. “Pengunjung Taman Batu 10 hampir setiap hari ramai. Bukan hanya akhir pekan saja,”ujarnya.
Terkait Wifi publik di Taman Batu 10, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto menyatakan ketersediaan wifi publik merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas konektivitas digital yang merata dan inklusif.
“Penyediaan WiFi publik gratis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menghadirkan layanan digital yang mudah diakses masyarakat, terutama di ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis kepada media beberapa waktu lalu.
Disebutkannya, ada 48 titik WiFi publik yang tersedia, meliputi Kecamatan Tanjungpinang Kota sebanyak 13 titik, Kecamatan Tanjungpinang Timur 15 titik, Kecamatan Tanjungpinang Barat 9 titik, dan Kecamatan Bukit Bestari 11 titik.
Penempatan titik WiFi difokuskan pada fasilitas pelayanan publik, taman kota, fasilitas kesehatan, ruang edukasi, serta area aktivitas masyarakat.(rul)






