
Zonakepri.com –Hari Raya Idul Adha 1446 H, toko sayur “Segar Hokky ” yang berlokasi di Jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, menjadi sasaran pencurian sebanyak dua kali dalam dua malam secara berturut-turut.
Peristiwa pertama terjadi pada malam takbir Idul Adha, Kamis malam (5/6) dan berlanjut pada malam hari Idul Adha yakni Jumat malam (6/6).
Aksi pencurian tersebut menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Pemilik toko, Sudirman, mengatakan pada aksi pertama, pelaku mengambil uang tunai serta sejumlah rokok yang dipajang di etalase.
“Uang yang diambil sekitar tiga sampai empat juta rupiah, ditambah rokok-rokok yang dijual. Kalau dihitung total, kerugiannya sudah belasan juta,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Senin (9/6/2025).
Namun, aksi pencurian tidak berhenti di situ. Di malam kedua, pelaku kembali beraksi dengan dugaan telah mempelajari situasi lebih mendalam.
“Yang kedua ini lebih parah, dia enggak ambil uang lagi, tapi langsung rusak CCTV, ambil barang-barang seperti sampo, santan Kara, Ajinomoto, minyak goreng Fortune, sampai makanan ringan juga dibawa kabur,” jelas Sudirman.
Ia menduga bahwa pelaku sudah mengenal kondisi toko dengan baik, termasuk jalur akses masuk dari lantai dua.
“Dia masuk dari lantai atas, jendela saya memang belum dipasang teralis. Jadi mudah dibuka,” tambahnya.
Meskipun belum mengidentifikasi pelaku, Sudirman mengaku tidak pernah melihat orang mencurigakan atau pembeli asing yang kerap berkunjung ke tokonya sebelum kejadian.
Pihaknya pun telah melaporkan insiden ini ke aparat kepolisian sejak pencurian pertama terjadi.
“Laporan langsung saya buat malam itu juga. Tapi sayangnya, besok malamnya dia balik lagi,” ucapnya kecewa.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Agus Chandra Wijaya, yang turut hadir di lokasi berharap agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini demi menjaga kenyamanan masyarakat.
“Ya, kami percaya kepada pihak kepolisian agar dapat memberikan rasa aman bagi warga. Karena ini kampung kita, tentu harus dijaga bersama. Jangan sampai ada ketakutan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Ki)






