AdvertorialKepulauan Riau

Panen Padi Perdana di Lahan Asimilasi dan Edukasi Napi Rutan Tanjungpinang

×

Panen Padi Perdana di Lahan Asimilasi dan Edukasi Napi Rutan Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Penggilingan gabah menjadi beras saat panen padi perdana di Dompak

Tanjungpinang,Zonakepri-Padi yang ditanam oleh Napi Rutan kelas 1 Tanjungpinang telah berusia105 hari dan dilakukan pemanenan, Minggu 17 Desember 2023 di Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari Kota  Tanjungpinang.

Padi yang ditanam dilahan berukuran 10×25 meter dimentori oleh Pahlawan Inovasi Teknologi  Adi Indra Pawenari berhasil dipanen hari ini. Bahkan padi yang telah dipanen beberapa hari sebelumnya langsung digiling untuk menjadi beras yang siap untuk dimasak dan dikonsumsi.

Penanaman padi di lahan seluas 2 Ha milik koperasi merupakan sarana asimilasi dan edukasi bagi napi di rutan kelas 1 Tanjungpinang.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kepri I Nyoman Gede Surya Mataram menyebutkan penanaman padi di lahan milik koperasi jasa petugas rutan dan warga sekitar tersebut bertujuan untuk memberdayakan napi sekaligus mengembangkan ketrampilan napi.

Gubernur Ansar memberikan apresiasi upaya Kanwil Hukum dan HAM Kepri dalam memberdayakan napi di rutan Kelas 1 Tanjungpinang untuk menanam padi kolaborasi dengan tokoh penggiat bidang pertanian Adi Indra Pawenari.

“Pemprov Kepri mengapresiasi Kanwil Hukum dan HAM, Kepala Rutan kelas 1 Tanjungpinang serta Tokoh Inovasi Pertanian Adi Indra Pawenari yang telah mengembangkan padi di kawasan lahan kritis berbouksit di Dompak Kota Tanjungpinang. Hasil penamaan padi ini dinilai cukup produktif,”ungkap Gubernur Ansar.

Diutarakan Gubernur Ansar, berdasarkan Rakor Tim Pengendalian inflasi belum lama ini, ditekankan perlunya ketahanan pangan sebagai antisipasi ketidakpastian global dampak ekonomi global dan politik.

Oleh sebab itu, setiap daerah perlu meningkatkan kemampuan daya tahan pangan.”Perlu usaha diversifikasi pangan di tengah masyarakat dengan mengembangkan kawasan sumber penghasil kebutuhan pokok masyarakat,”terang Gubernur Ansar.

Bahkan dampak badai El Nino, sejumlah negara penghasil beras membatasi ekspor beras ke beberapa negara. Bahkan beberapa daerah di Indonesia juga gagal panen.  Akibatnya harga beras pun naik.

Guna mendukung kegiatan ini, maka akan dilakukan Identifikasi spot kawasan untuk pengembangan warga binaan dalam kegiatan produktif mereka.

“kita berharap ketika mereka selesai menjalani kewajibannya akan bisa menjadi insan yang produktif di tengah masyarakat,”harapnya.

Menurut Adi Indra Pawenari, produktivitas penanaman padi di kota Tanjungpinang cukup tinggi dibandingkan Kabupaten Kota di Provinsi Kepri. Hal ini tidak lepas dari inovasi dan teknologi dalam pengolahan lahan diantaranya menggunakan kokopit.

Salah satu napi yang diperkerjakan di lahan asimilasi dan edukasi tersebut Ali Mansyur mengatakan dirinya dijadualkan akan bebas dari hukuman yang selama ini dijalani bulan depan.

Menurutnya, pengalaman mengelola tanaman padi membuatnya berkeinginan untuk menanam padi jika sudah bebas nanti. “Kalau ada modal dan lahan, saya berkeinginan untuk menanam padi jika sudah bebas,”ungkapnya. (rul)