
Tanjungpinang,Zonakepri-Sebanyak 600 sapi yang telah dewasa umur tiba di Pelabuhan Sri Payung Km 6 Tanjungpinang, Minggu malam 10 Desember 2023.
Proses desinfeksi sapi dan alat angkut sapi hingga kandang peternak dan bongkar muat sapi butuh waktu berjam jam. Mengingat jumlah sapi cukup banyak.
Kasub Koordinator Karantina Pertanian dan Hewan Tanjungpinang Purwanto mengatakan sapi didatangkan dari NTT yang dinyatakan daerah bebas penyakit mulut dan kuku diangkut menggunakan kapal cargo yang telah dimodifikasi untuk mengangkut hewan ternak, tiba di Pelabuhan Sri Payung Km 6 Tanjungpinang sekitar pukul 22.00Wib pada Minggu malam 10 Desember 2023.
Selanjutnya dilakukan pengecekan dokumen dan pemeriksaan kondisi hewan dan desinfeksi sapi, alat angkut dan kandang. Hingga akhirnya proses bongkar muat dan memindahkan sapi ke kandang peternak berlangsung hingga pukul 12.00Wib pada Senin 11 Desember 2023.
“Sesuai dengan prosedur mendatangkan hewan ternak masih mengacu ketentuan sebelumnya. Terkait antisipasi berbagai penyakit menular hewan ternak diantaranya penyakit mulut dan kuku, Antrax dan lainnya,”sebutnya.
Dampak perjalanan dari NTT hingga tiba di pelabuhan Sri Payung Tanjungpinang ada sekitar beberapa hewan yang terlihat lemas dan butuh perawatan untuk pemulihan kesehatan. Namun tidak ada hewan yang mati.
Seluruh hewan ternak yang didatangkan oleh dua peternak di Kota Tanjungpinang tersebut telah memiliki dokumen bebas penyakit menular dan langsung diangkut ke kandang peternak di Tanjungpinang.
Menurutnya, sebelumnya juga telah didatangkan hewan ternak sapi dari Lampung sebanyak 50 ekor di Bintan. Meski Lampung merupakan zona merah penyakit mulut dan kuku, namun sapi yang didatangkan dari Lampung telah dilengkapi hasil laboratorium bahwa hewan yang didatangkan bebas penyakit mulut dan kuku.
Hewan ternak yang didatangkan dari daerah lain ke Tanjungpinang dan Bintan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Lebaran Idul Fitri, Idul Adha mendatang serta memenuhi kebutuhan masyarakat sehari hari. (rul)







