Zonakepri.com-Kondisi cuaca silih berganti terjadi wilayah Tanjungpinang-Bintan. Panas terik, dingin saat malam hingga pagi hari serta angin kencang dirasakan saat ini.
Bahkan, beberapa hari terakhir tidak turun hujan. Dampaknya, sumur sumur di kawasan perumahan cenderung menyusut dari hari biasa dan baju baju cucian kering dalam sehari dijemur.
Kepala BMKG Bandara RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih menyebutkan wilayah Tanjungpinang-Bintan tidak mengenal adanya musim kemarau atau periode kering yang berkepanjangan.
Berdasarkan klasifikasi curah hujan, Tanjungpinang-Bintan termasuk ke dalam tipe hujan sepanjang tahun (equatorial/EQ 4) yang ditandai oleh distribusi curah hujan yang relatif merata hampir di seluruh bulan, tanpa adanya bulan kering yang dominan, sehingga kondisi iklim di wilayah ini cenderung basah sepanjang tahun.
“Berdasarkan hasil analisis dan prakiraan, curah hujan pada dasarian II dan III Januari 2026 diprediksi mengalami penurunan curah hujan hingga berada pada kondisi bawah normal, dengan kecenderungan kondisi tersebut masih akan berlanjut sampai bulan Februari,”terangnya, 22 Januari 2026.
Penurunan curah hujan ini disebabkan oleh anomali (gangguan cuaca), dari analisis dinamika atmosfer bulan Januari, bahwa penurunan curah hujan ini dipengaruhi oleh adanya ITCZ (Intertropical Convergence Zone) /Zona Konvergensi yang terkonsentrasi di sepanjang wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Hal tersebut menyebabkan massa udara tertarik ke wilayah ITCZ sehingga angin diatas wilayah Kepulauan Riau cukup kencang berdampak menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Bintan.
Selain itu aktivitas Monsun Asia memberikan andil terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah Kepulauan Riau khususnya Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, analisis angin saat ini berhembus dari arah Utara – Timur Laut dengan kecepatan 10 – 40 km/jam. Secara bersamaan masuk nya udara dingin dari dataran Asia menuju Indonesia terutama bagian utara ekuator yang berdampak pada wilayah Kepulauan Riau.
Hal ini ditandai dengan indeks seruakan dingin (cold surge) yang aktif (>10 mb) dalam 3 hari belakangan ini.
Saat ini posisi gerak semu matahari yang berada di Selatan Bumi yang dapat mengurangi teriknya panas sinar matahari yang mencapai wilayah bagian utara Bumi pada siang hari.
Efek angin kencang menyebabkan tutupan “awan” yang sedikit pada malam hari juga berperan terhadap penurunan suhu udara. Pada malam hari permukaan bumi melepaskan energi panas yang diserap pada siang hari dalam bentuk radiasi, dimana saat langit cerah (tutupan awan sedikit), tidak ada penghalang yang menahan radiasi ini sehingga energi panas tersebut langsung dipancarkan ke lapisan atas atmosfer, membuat suhu udara di permukaan bumi mendingin dengan cepat. Ditambah hembusan angin yg cukup kencang secara periodik sehingga suhu udara yang kita rasakan pada malam hari menjadi lebih dingin.
Himbauan kepada masyarakat agar selalu memantau dan update informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG/ www.bmkg.go.id dan Instagram BMKG Tanjungpinang.
Kemudian tetap waspada serta berhati-hati terhadap potensi terjadinya penyebaran yang cepat jika terjadi kebakaran lahan/ hutan/ pemukiman akibat hembusan angin yang kencang. (rul)











