Zonakepri.com-Analisis klimatologis prediksi curah hujan dasarian di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan hingga dasarian III Februari 2026 diprediksi masih dalam kategori rendah dan penurunan ini termasuk dalam kategori sifat hujan Bawah Normal.
Prakirawan BMKG Bandara RHF Tanjungpinang Robbi A. Anugrah menyebutkan kondisi hari terjadi tanpa hujan hingga sampai saat ini (30 Januari 2026) sebanyak 21 Hari Tanpa Hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
“Pantauan Hotspot (Titik Api) di pulau Bintan hingga 30 Januari 2026 secara kumulatif terjadi sebanyak 29 kali, dimana terbanyak terjadi pada hari Rabu, 28 Januari 2026 sebanyak 11 Hostpot (Titik Api),”terangnya, 30 Januari 2026.
Secara umum meskipun kondisi cuaca saat ini diprakirakan dominan cerah hingga berawan dan terasa panas, namun diprakirakan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan dalam skala lokal atau tidak merata untuk beberapa hari ke depan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terupdate (30 Januari 2026), skala global dan regional tidak berpengaruh terhadap potensi terjadinya curah hujan untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Pada skala lokal, kondisi pola angin masih terdapat daerah belokan angin (shearline) yang menyebabkan perlambatan massa udara, dalam hal ini berpotensi terhadap porses terjadinya curah hujan, namun terpantau masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas mengurangi pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di sekitar wilayah Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan.
Didukung dengan nilai kelembapan udara di lapisan atas atmosfer yang diprediksi hingga sepekan kedepan masih dalam kondisi yang relatif kering hingga cukup basah dapat memberikan kontribusi dalam proses pembentukan awan-awan konvektif namun tidak signifikan.
Disamping itu, indeks labilitas atmosfer (SI, LI, dan KI) di wilayah Pulau Bintan hingga tiga hari kedepan diprakirakan berada dalam kondisi netral sehingga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan awan Cumulonimbus.
Mengingat kondisi saat ini, maka diimbau kepada masyarakat untuk menghemat dan bijak dalam mengelola penggunaan air serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Kemudian tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya penyebaran yang cepat jika terjadi kebakaran lahan/ hutan/ pemukiman akibat hembusan angin yang kencang.
Selain itu agar selalu memantau dan update informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG/ www.bmkg.go.id dan Instagram BMKG Tanjungpinang. (rul)










