
Tanjungpinang,Zonakepri-Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada (Koarmada) I TNI Angkatan Laut menurunkan 30 personel untuk mengatasi musuh yang menguasai kawasan Dompak Tanjungpinang.
Latihan peperangan laut khusus (naval special warfare) di sekitar perairan pulau Dompak Tanjung pinang Kepulauan Riau mengambil skenario kawasan Dompak dikuasai musuh, maka diturunkan sebanyak 30 personel Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada 1.
Pada Kamis 21 Maret 2024 dini hari sekitar pukul 02.00 Wib, 30 personil langsung melakukan Operasi senyap dari perairan Tanjung unggat menuju perairan Dompak Kota Tanjungpinang melalui laut untuk melumpuhkan kekuatan musuh.
Setibanya di Perairan Dompak, Personel Satkopaska menyisiri Pantai guna mengetahui situasi keamanan selanjutnya naik kedarat melakukan penyergapan sipil kriminal bersenjata.
Dalam penyergapan sipil kriminal bersenjata yang menguasai pulau Dompak, terjadi aksi tembak tembakan dan pengeboman oleh Satkopaska Koarmada I, hingga akhirnya musuh berhasil dilumpuhkan.
Pasop Satkopaska Koarmada I Mayor Laut (P) Gigis Windu menyebutkan skenario yang diambil saat latihan rutin Satgas Panglima Komando Armada 1 yakni adanya sekelompok sipil yang menguasai kawasan Dompak.
“Latihan rutin yang dilaksanakan per triwulan bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas kemampuan prajurit,”terangnya.
Dijelaskannya latihan rutin merupakan salah satu cara memperkuat kemampuan prajurit terutama dalam melaksanakan tugas renang rintis, sebagai suatu taktis renang senyap untuk memantau di pantai musuh untuk memastikan aman atau tidaknya pantai untuk didaratkan kawan atau pasukan lebih besar.
Dalam latihan rutin ini, personel menggunakan taktik OTB (Over The Beach) sebagai taktik memasuki kawasan lawan dengan senyap, selain itu dengan metode selam tempur, dayung senyap atau renang rintis.
Diantara taktik yang dikuasai personel saat latihan ini meliputi TSK (Taktik Satuan Kecil) yakni taktik untuk memanuverkan pasukan mulai tingkat kelompok,regu ,pleton hingga kompi. Selain itu, dengan taktik sabotase yakni taktik untuk menghambat atau melumpuhkan jalur logistik dan sarana bantuan untuk musuh.
Sementara itu demolisi sebagai taktik untuk melumpuhkan lawan atau penghancuran menggunakan Bahan peledak standart atau rakitan, asasinasi (melumpuhkan lawan, red.) juga taktik selam tempur sebagai taktik menuju sasaran dengan menggunakan alat selam khusus. Keseluruhan taktik tersebut merupakan keterampilan yang wajib dimiliki Prajurit Kopaska TNI AL. (rul)












