Tanjungpinang

Senat Fakultas UMRAH Minta Dua Dekan Baru Yang Dilantik Rektor Untuk Dicopot

×

Senat Fakultas UMRAH Minta Dua Dekan Baru Yang Dilantik Rektor Untuk Dicopot

Sebarkan artikel ini
Jajaran senat Fakultas UMRAH Tanjungpinang menyatakan penolakan atas dua dekan yang baru dilantik rektor

Zonakepri-Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Prof Agung Dhamar Syakti telah melantik 5 dekan baru pada 17 September 2024 di gedung UMRAH Dompak Tanjungpinang.

Kelima dekan baru yang dilantik rektor UMRAH tersebut yakni

1. Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS Dekan FISIP

2. Dr. Dony Apdillah, S.Pi, M.Si Dekan FIKP

3. Ahada Wahyusari, S.Pd.,M.Pd Dekan FKIP

4. Myrna Sofia, SE., M.Si Dekan FEBM

5. Martaleli Bettiza, M.Sc Dekan FTTK

Rektor UMRAH didampingi Wakil Rektor memberikan tanggapan atas aksi penolakan senat fakultas terhadap dua dekan yang baru dilantik Rektor

Atas pelantikan dekan baru tersebut, ternyata membuahkan aksi penolakan dari senat Fakultas terhadap pelantikan dua dari lima dekan yang telah dilantik. Kedua dekan yang ditolak untuk jadi dekan baru tersebut atas nama Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS Dekan FISIP dan Dr. Dony Apdillah, S.Pi, M.Si Dekan FIKP.

Jajaran senat fakultas UMRAH yang mengatasnamakan ASAP ’65  menyatakan aksi penolakan dan menuntut rektor untuk mencabut SK Pelantikan Dr Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS sebagai dekan FISIP dan Dr. Dony Apdillah, S.Pi, M.Si sebagai Dekan FIKP.

ASAP’65 meminta agar Rektor melantik Bismar Arianto sebagai Dekan FISIP dan Muzahar sebagai dekan FKIP.

Ketua ASAP’65 Yudahanto Satya Graha kepada jajaran media, Kamis 19 September 2024 menjelaskan berdasarkan pasal 65 Satuta bahwa Rektor memilih dan menetapkan pengangkatan dekan terpilih berdasarkan hasil pertimbangan senat fakultas. Sedangkan tata cara pengangkatan dan pemberhentian pimpinan organisasi dibawah rektor disebut dalam peraturan Rektor nomor 8 Tahun 2024.

“Senat fakultas telah memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap indikator meliputi Visi, Misi dan Program kerja terhadap calon dekan. Hal ini tertuang dalam scor yang disampaikan kepada rektor. Namun ternyata, calon dekan dengan skor rendah malah dilantik jadi dekan. Sedangkan calon dekan dengan skor tinggi malah tidak dilantik jadi dekan,”bebernya.

Untuk perolehan skor terhadap calon dekan Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS mendapat scor 99, Bismar Arianto 255, Doni Apdillah 138, Muzahar 165. Dari keempat calon dekan tersebut, calon dekan dengan skor tertinggi diraih Bismar Arianto, disusul Muzahar, Dony Apdillah dan Sayed Fauzan Riyadi.

Yudahanto mengatakan, saat tahap awal yakni tahap penjaringan  yang dilakukan jajaran senat fakultas bahwa Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS dinyatakan tidak lolos verifikasi. Namun Rektor UMRAH telah meloloskan Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS untuk mengikuti tahap berikutnya. Hingga akhirnya lolos seleksi tiga tahap meski dengan skor terendah dan dilantik sebagai dekan baru di UMRAH.

Menanggapi aksi jajaran senat Fakultas UMRAH yang menolak pelantikan dua dekan baru tersebut, Rektor UMRAH Prof Agung Dhamar Syakti didampingi Wakil Rektor Dr Suryadi menyampaikan  bahwa berdasarkan pasal 65 Satuta disebutkan Rektor memiliki hak untuk memilih calon dekan hasil dari pertimbangan yang diberikan oleh jajaran senat Fakultas di UMRAH. “Ada pertimbangan yang dilakukan rektor untuk memilih dan menetapkan dekan baru. Meski memiliki skor rendah hasil verifikasi senat fakultas namun Dr. Sayed Fauzan Riyadi,S.Sos.,IMAS Dekan FISIP dan Dr. Dony Apdillah, S.Pi, M.Si Dekan FIKP yang baru dilantik memiliki nilai plus dan prestasi yang mengantarkan UMRAH meraih keberhasilan dan kemajuan,”terangnya.

Bahkan Rektor UMRAH menyatakan siap untuk memenuhi tuntutan senat fakultas apabila memang terbukti secara hukum telah melakukan kesalahan. Mengingat Aliansi Senat Fakultas berencana untuk melakukan gugatan ke PTUN, Ombudsman RI terhadap pelantikan calon dekan dengan skor rendah tersebut. (rul)