Zona Kepri

Sumur Warga Tercemar Bahan Bakar, SPBU PT Baintan Anugerah Bersama Bantah Ada Kebocoran

×

Sumur Warga Tercemar Bahan Bakar, SPBU PT Baintan Anugerah Bersama Bantah Ada Kebocoran

Sebarkan artikel ini
Sumur umum yang dialirkan ke rumah warga menggunakan pipa paralon juga tercium bau bahan bakar

Tanjungpinang,Zonakepri-Sejumlah sumur warga Gang Nila 1 Kelurahan Tanjungpinang Barat Kecamatan Tanjungpinang Barat telah tercemar bahan bakar sejak 2018 silam hingga sekarang.

Sumur dengan bahan bakar yang diletakkan di botol

Sumur warga dengan kedalaman sekitar 12 meter tersebut ditemukan ada bahan bakar baik dari sisi bau maupun sifat fisik bahan bakar yakni bisa terbakar saat disulut api.

Menanggapi keluhan warga yang sumurnya tercemar bahan bakar, Andi selaku Pengawas SPBU dibawah naungan PT Baintan Anugerah Bersama yang berlokasi di Jalan Sukarno Hatta menegaskan bahwa SPBU memiliki sumur pantau yang berfungsi untuk mengetahui adanya kebocoran di Tanki bahan bakar. “Setiap produk bahan bakar yang disimpan di Tanki memiliki sumur pantau. Jika ada kebocoran, maka dalam sumur pantau akan mengalir bahan bakar. Namun sumur pantau tidak ada bahan bakar,”terang Andi Kamis 2 November 2023.

Menurutnya, pihaknya bersama Pertamina telah melakukan pengecekan terhadap sumur pantau, sumur warga dan sumur yang berada di Masjid yang lokasinya berada di seberang jalan dari lokasi SPBU. Hasilnya memang sumur warga ada bahan bakar sedangkan sumur pantau bersih tak ada bahan bakar.

Sementara itu, kondisi sumur warga ada yang  memiliki bahan bakarnya tinggi bahkan dari segi bau dan sifat fisiknya. Namun ada sumur warga yang dari segi bau tercium namun dari wujudnya berwarna hijau atau hitam tidak terlihat.

Nurlena, pemilik sumur di gang Nilai 1 nomor rumah 29 mengaku sumurnya telah diambil sampel untuk pengecekan kandungan bahan bakar sejak 2018 lalu. Namun hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya. “Untuk keperluan sehari hari akan air bersih terpaksa menyaring air sumur dengan bahan seperti pasir, kerikil, sabut kelapa juga kain penyaring yang diletakkan di atas tandon air,”sebutnya 2 November 2023.

Sementara itu, Suyanto yang memiliki rumah di RT 2 dan sehari hari menggunakan sumur umum juga merasakan ada bau bahan bakar di sumur umum. “Mau tak mau tetap pakai sumur umum, meski berbau bahan bakar. Meski terlihat air sumur umum jernih,”ujarnya.

Menurut Suyanto, ada puluhan warga yang mempergunakan air dari sumur umum. Mengingat sumur yang digali di rumah warga airnya berkarat dan tidak bisa dipergunakan.

Sementara itu, Merry Pemilik sumur yang paling parah tercemar bahan bakar karena bahan bakar dalam sumurnya bisa ditimba dan yang terlihat memang bahan bakar dengan warna hijau kehitaman dan berbau bahan bakar sangat menyengat hingga sekeliling rumahnya. “Saat hujan tiba, bau bensin menyengat sampai kemana mana,”ungkapnya.

Menyikapi sumurnya tidak bisa lagi ditimba dan diambil air bersih, maka Merry sering beli air dan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan keluarga terhadap air bersih. “Tadi pagi, Tanki air BPBD Tanjungpinang datang ke rumah untuk mensuplay air bersih warga yang sumurnya ada bensin,”terang Merry. (rul)