Zona Kepri

Taman Kota di Kijang Bintan Destinasi Wisata Tak Pernah Sepi Pengunjung

×

Taman Kota di Kijang Bintan Destinasi Wisata Tak Pernah Sepi Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Kemegahan masjid Nurul Iman di Taman Kota Kijang

Bintan,Zonakepri-Keindahan panorama alam didukung penataan kawasan wisata terpadu menjadi salah satu daya tarik wisata bagi pengunjung.

Meski berada di tengah kota, Namun keberadaan Taman Kota di Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan ini selalu dikunjungi warga dan tak pernah sepi pengunjung.

Taman kota Kijang menjadi satu kawasan terpadu mulai dari  Kemegahan dan keindahan Masjid Nurul Iman yang berlokasi di dekat kolam atau waduk yang dulunya menjadi tempat pencucian bouksit.

Masjid Nurul Iman memiliki corak warna hijau menjadi penyejuk hati bagi umat muslim yang singgah di taman Kota Kijang. Lantunan ayat ayat suci Al Quran yang berkumandang juga ceramah ceramah agama yang digelar di Masjid Nurul Iman bisa dinikmati dan didengar pengunjung di taman kota sambil duduk di atas rerumputan di sekitar kolam.

Jika tiba waktu sholat pun, pengunjung mudah melaksanakan ibadah di Masjid Nurul Iman dengan berjalan kaki dengan jarak hanya beberapa meter saja.

Pada senja hari, pengunjung taman kota yang menikmati keindahan kolam maupun beberapa pemancing ikan bisa menikmati aneka kuliner dari pedagang yang berjualan di pujasera Taman Kota.

oplus_0

Sejumlah pengunjung memanfaatkan taman kota sebagai sarana olahraga baik berjalan atau berlari ringan mengelilingi kolam atau waduk di taman kota. Namun ada juga pengunjung yang memanfaatkan rerumputan di pinggir taman kota sambil menggelar tikar untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati aneka kuliner.

Selain menikmati keindahan kolam maupun kuliner dan  masjid Nurul Iman, terdapat sarana wisata berupa taman satwa yang sebelumnya bernama Mini Zoo di Kijang yang dilengkapi dengan permainan bagi anak.

Keberadaan taman satwa di Kijang menjadi salah satu tempat wisata sekaligus edukasi bagi anak anak terhadap berbagai jenis hewan yang ada di dalam Taman Satwa.

Selain untuk menyaksikan berbagai jenis hewan yang dipelihara dan dilindungi, pengunjung yang sebagian besar membawa anak anak bisa memanfaatkan fasilitas bermain yang ada di taman satwa.

Menurut penuturan Zainudin, salah satu petugas parkir kendaraan di Taman Satwa, setiap hari tidak pernah sepi pengunjung. Untuk hari biasa, jumlah pengunjung minimal 30 orang. Sedangkan pada hari libur, jumlah pengunjung mencapai 50-60 orang.

“Taman Satwa di Kijang setiap hari ada pengunjung, kalau ramai sekitar 50-60 orang. Hari biasa sekitar 30 pengunjung mulai pagi hingga sore,”terangnya, Sabtu 6 Juli 2024.

Masih dalam kawasan terpadu Taman Kota di Kijang, terdapat Monumen dan relief penambangan bouksit. Monumen dan relief ini menunjukkan bahwa di tempat ini dulunya dilakukan  penambangan bouksit oleh PT Antam. Monumen berupa patung orang yang memegang pacul berada di tengah bundaran jalan. Sedangkan relief penambangan bouksit terdapat di bawah patung orang yang mengangkat pacul.

oplus_0

Deretan Relief penambangan bouksit juga terlihat pada lokasi lain yang tidak jauh dari keberadaan monumen patung yang membawa pacul. Lokasi ini sering menjadi tempat digelarnya bazar, berbagai event karena memiliki halaman yang luas. Bahkan anak anak mempergunakan lokasi ini untuk  latihan seni berupa tarian hingga pencak silat. Karena  tersedia panggung dan halaman cukup luas di tempat ini.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepri nomor 1263 Tahun 2022 tentang Destinasi Pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata dan Daya Tarik Wisata Provinsi Kepri bahwa Taman Kota di Kijang menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata bertemakan wisata perkotaan dan ekowisata.

Menurut Gubernur Ansar, pariwisata mempunyai peranan penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, memeratakan kesempatan berusaha dan optimalisasi potensi ekonomi dan karakteristik daerah, mengangkat dan melindungi nilai nilai budaya, agama, adat istiadat dan menjaga kelestarian alam.

Rencana Revitalisasi Taman Kota Di Kijang

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan Pemprov Kepri telah merencanakan untuk melakukan Revitalisasi Taman Kota di Kijang Kabupaten Bintan pada tahun 2025 mendatang.

Gubernur Ansar menyebutkan taman kota di Kijang akan ditata lebih bagus lagi  untuk menjadi Destinasi Wisata baik wisatawan Nusantara maupun manca negara.

Gubernur Ansar menyoroti beberapa poin penting yang menjadi fokus utama dalam proses revitalisasi taman kota Kijang. Salah satunya adalah transformasi menyeluruh melalui pengecatan, penambahan fasilitas umum seperti tempat duduk dan toilet, serta instalasi lampu penerangan untuk menciptakan suasana yang ramah keluarga, terutama di malam hari.

oplus_0

Tidak hanya itu, Gubernur Ansar menekankan perlunya menambah pagar di area taman satwa, dengan tujuan memberikan kebebasan bagi rusa-rusa yang kini berada di Mini Zoo Kijang, serta melindungi anak-anak dari risiko ke jalan umum.

“Konsep terbuka ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik taman kota dan memberikan kesan yang lebih luas bagi pengunjung,” kata Gubernur Ansar saat meninjau taman kota di Kijang pada April 2024 lalu.

Gubernur Ansar juga menegaskan perlunya desain yang baik dan mempercantik seluruh kawasan mini zoo dan taman kota, termasuk relokasi bak sampah, guna menciptakan lingkungan yang nyaman dan indah bagi pengunjung.

Kadis Perkim Said Nursyahdu menyatakan komitmen Dinas Perkim untuk mengakomodir rencana pembenahan taman kota Sakera dan taman kota Kijang, yang akan dianggarkan pada APBD 2025 dan proses desainnya akan segera dimulai.

Sementara itu, dalam konteks keberlanjutan habitat di Taman Satwa  perhatian khusus diberikan pada kesejahteraan rusa-rusa, dengan rencana pembangunan kandang yang memadai. Upaya maksimal juga diarahkan pada kenyamanan pengunjung melalui peningkatan fasilitas seperti tempat duduk dan toilet umum.

Mengenai penerangan seluruh taman kota, nanti akan diagendakan juga dengan pencahayaan yang memadai, sehingga semua taman kota Kijang akan menjadi tempat yang terang benderang, menambah daya tarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan. (rul)