Zonakepri.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Natuna.
Tiga anak muda asal daerah perbatasan tersebut berhasil lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Tahun 2026 dengan nilai tinggi.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dan rasa bangga dari Bupati Natuna, Cen Sui Lan. Ia bersyukur semakin banyak putra-putri daerah yang mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketiga peserta yang berhasil lolos tersebut yakni Fakhri Vanha Mardeansyah dan Al Fakhri Diya Gunanda, yang diterima pada program studi Akuntansi Sektor Publik.
Sementara itu, R. Arfa Mirza Ramadani berhasil lolos pada program studi Manajemen Keuangan Negara.
“Alhamdulillah, kami bersyukur sekali. Prestasi anak-anak kami ini membanggakan sekali. Ketiganya lolos dengan nilai yang cukup tinggi,” kata Bupati Cen, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Cen, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Natuna memiliki kemampuan dan potensi besar untuk bersaing dengan generasi muda dari daerah lain, meskipun berasal dari wilayah kepulauan yang secara geografis cukup jauh dari pusat pendidikan nasional.
“Anak-anak kami juga hebat-hebat. Buktinya, kemarin ada juga anak kami namanya Fedro. Dia lolos seleksi di STMKG dengan nilai paling tinggi se-Indonesia. Ini membanggakan sekali dan patut disyukuri,” tegasnya.
Bupati Cen juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berperan dalam membimbing anak-anak Natuna hingga mampu meraih prestasi membanggakan.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Cen berencana mengundang ketiga putra daerah tersebut untuk bertemu secara langsung sekaligus menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan yang diraih.
“Nanti kami sesuaikan jadwalnya. Anak-anak ini akan kami undang untuk menyampaikan selamat dan apresiasi, sehingga bisa menambah semangat mereka,” ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, Bupati Cen berpesan kepada seluruh generasi muda Natuna agar tidak pernah merasa rendah diri karena kondisi geografis daerah yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan pendidikan.
Ia mengajak para pelajar untuk terus belajar, bekerja keras, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Jangan berkecil hati hanya gara-gara daerah kita jauh dari mana-mana. Tetap semangat, belajar dengan giat dan tuntaskan tugas belajar anak-anak dengan baik,” pungkasnya.
Prestasi tiga putra Natuna ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan mengukir prestasi hingga tingkat nasional. (Zubadri)












