Tanjungpinang

Tradisi Jelang Ramadhan, Warga Tanjungpinang Ziarah di TPU

×

Tradisi Jelang Ramadhan, Warga Tanjungpinang Ziarah di TPU

Sebarkan artikel ini
Ziarah makam keluarga menjelang puasa Ramadhan

Zonakepri.com-Tradisi sebagian besar masyarakat Tanjungpinang menziarahi makam keluarga mendekati pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) dikunjungi masyarakat untuk membersihkan makam keluarga sekaligus ziarah, dengan menabur bunga dan air putih serta mengirim doa.

Kairul warga Kelurahan Kemboja mengatakan setiap tahun menjelang ibadah puasa memang ziarah makam keluarga, baik orang tua maupun sanak saudara yang telah meninggal.

Hal ini dilakukan tidak hanya dirinya saja, melainkan juga anggota keluarga lain yang masih diberi panjang umur.”Saudara juga ziarah, ada Kakak atau Abang, kadang bareng bareng ziarah di makam orang tua yang meninggal,”sebutnya, Selasa 17 Februari 2026.

Momen ziarah makam ini, mendatangkan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar TPU.

Kandar, penjual bunga dan air putih mentah yang dikemas dalam botol mineral bekas di Sekitar TPU Taman Bahagia di Kelurahan Bukit Cermin Tanjungpinang mengatakan, sudah dua hari terakhir pengunjung TPU memadati makam. Bahkan kendaraan berupa mobil berderet sepanjang jalan.

Kondisi seperti ini terjadi setiap tahun menjelang ibadah puasa Ramadhan dan memberi dampak positif  bagi masyarakat sekitar makam. Bagi warga yang sempat membuat bunga untuk ditabur di makam sekaligus  mengemas air putih dalam botol mendatangkan penghasilan musiman. “Untuk satu botol air dijual dengan harga Rp3 ribu, sedangkan bunga tabur untuk makam dikemas dalam kantong plastik dengan harga Rp50 ribu per kantong,”sebut Kandar yang juga menjaga parkir kendaraan pengunjung yang ziarah.

Menurutnya, waktu berjualan bunga dan air dilakukan sore hari. Mengingat sebagian besar pengunjung akan berziarah pada sore hari.

Sementara itu, dalam beberapa jam berjualan diperoleh hasil tidak seberapa besar. Mengingat penjual bunga dan air di sekitar makam cukup banyak juga. “Sedikit laku tak apa, karena air juga ambil di rumah. Sedangkan bunga dari petik tanaman sekitar rumah,”ujarnya.

Salah satu pengunjung makam, Dewi mengatakan, saat ziarah makam hanya membeli air dalam botol saja dan tidak beli bunga. “Ada yang percaya ziarah makam tidak perlu pakai bunga, namun ada juga yang pakai bunga,”katanya.(rul)