
Tanjungpinang,Zonakepri-Dampak mewabahnya Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya mengakibatkan pengiriman sapi ke Tanjungpinang dan Bintan terkendala.
Sehingga stok daging sapi segar yang biasa dijual pedagang di Pasar Tradisional mengalami penurunan stok. Sehingga pedagang daging sapi segar yang biasanya buka kedai hingga siang hari namun hanya beberapa jam buka terus tutup jika daging habis.
Bahkan saat ini, penjual daging sapi segar makin kelimpungan saja. Mengingat stok sapi yang dipotong untuk dijual sebagai daging sapi segar di Kota Tanjungpinang makin berkurang, maka penjual daging sapi segar dalam dua hari kedepan akan berjualan daging beku impor.
Seorang penjual daging sapi segar yang juga sebagai Ketua Persatuan Pedagang dan Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang dan Bintan Thamrin menyebutkan, daging sapi segar akan dijual selama dua hari kedepan. Selanjutnya penjual daging akan berjualan daging beku impor.
“Stok sapi yang disembelih untuk dijual daging maupun tulang dan lemak hanya bertahan untuk dua hari lagi,”sebutnya Selasa 28 Juni 2022.
Menurutnya, daging sapi segar akan dijual kembali setiap tiga hari sekali saja. Selebihnya dijual daging beku saja. (rul)











