
Tanjungpinang,Zonakepri-Perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam cukup memprihatinkan. Selain penambahan jumlah kasus konfirmasi per hari cukup besar, juga jumlah orang yang meninggal akibat serangan Covid-19 juga meningkat.
Data perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri pada 17 Januari 2021 menunjukkan adanya penambahan kasus konfirmasi 29 kasus dengan rincian di Kota Batam 26 orang dan Kota Tanjungpinang 3 orang. Dari 29 kasus konfirmasi tambahan, terdapat 3 kasus konfirmasi di Kota Batam yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah menyebutkan total kasus konfirmasi se-Provinsi Kepulauan Riau pada 17 Januari 2021 berjumlah 7.708 Orang. Dengan kasus aktif sebanyak 759 orang atau 9,85% dan meninggal 192 orang atau 2,49 persen.
Selain bertambah kasus konfirmasi, juga terdapat kasus sembuh Covid-19 di Provinsi Kepri pada 17 Januari 2021 sebanyak 14 orang. Terdiri dari kasus sembuh di Kota Batam 12 orang dan Kota Tanjungpinang 2 orang. Sehingga total kasus sembuh Covid-19 di Provinsi Kepri berjumlah sembuh 6.757 Orang atau 87,66%.
“Pandemi COVID-19 belum berakhir mari bersama terapkan Protokol Kesehatan. Sayangi Dirimu, Keluarga dan Seluruh Masyarakat,”pesannya.
Berdasarkan data perkembangan Covid-19 di Kota Batam yang disampaikan ketua Bidang Kesehatan Dr Didi Kusmarjadi SpOG pada 16 Januari 2021 pukul 19.00Wib diketahui terdapat penambahan 26 kasus konfirmasi di Kota Batam terdiri dari 14 orang laki laki dan 12 perempuan. Dari penambahan 16 kasus konfirmasi tersebut, terdapat 2 kasus meninggal dunia. Yakni nomor kasus 5338 atas nama Ny H usia 54 tahun beralamat di Kecamatan Batam Kota.
Pasien atas nama Ny H tersebut mengalami keluhan sesak nafas, batuk, demam, setelah menjalani perawatan intensif akhirnya meninggal dunia di RSEBK.
Selanjutnya kasus nomor 5361 atas nama Tn MA usia 58 tahun beralamat di Kecamatan Nongsa Kota Batam. Pasien tersebut tidak sadarkan diri, nafas tersengal sengal saat diantar keluarganya. Memiliki riwayat penyakit jantung dan akhirnya meninggal saat menjalani perawatan di RSAB. (red)












