Zonakepri.com —Presiden Prabowo Subianto gaspol entaskan kemiskinan. Dalam 1,5 tahun, angka kemiskinan turun ke 8,47% dan kemiskinan ekstrem terpangkas dari 3,56 juta jadi 2,2 juta orang. Jurusnya? Belajar langsung dari Tiongkok.
Pemerintah melalui Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan fokus pemerintah sangat jelas. Data BPS 2025 jadi buktinya. “Ini bukti pemerintahan Presiden Prabowo dalam satu setengah tahun fokus sekali dengan pengentasan kemiskinan,” ujar Iftitah usai Diskusi Panel Penjajakan Program Pengentasan Kemiskinan di Jakarta, Selasa (28/4).
Komitmen itu sudah disiapkan sejak sebelum menjabat. Saat ke Tiongkok November 2022, Prabowo langsung menyatakan ingin belajar dari Tirai Bambu cara mengentaskan kemiskinan.Kini, kerja sama konkret digeber. Salah satunya pembangunan SMK di Merauke, Papua. Dengan tujuan, pendidikan jadi pintu lapangan kerja, ujungnya entas kemiskinan.
“Ini implementasi kerja sama Tiongkok-Indonesia. SMK di Merauke agar pendidikan buka akses kerja dan akhiri kemiskinan,” jelas Iftitah.
Sementara Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut langkah Prabowo mencontoh Xi Jinping sangat tepat. Xi sukses kelola 1,4 miliar warga, stabilkan ekonomi, dan beri harapan. “Presiden Xi Jinping sukses menenangkan 1,4 miliar rakyatnya, memberi optimisme, dan meyakinkan arah pembangunan Tiongkok. Ini pelajaran penting,” kata Muzani.
KemenTrans sudah buktikan dampaknya di lapangan. Koridor ekonomi Poso-Sigi-Parigi Moutong di Sulteng dikembangkan untuk kopi, cokelat, dan durian.Hasilnya: ekspor perdana durian beku ke Tiongkok April 2026. Pasar durian Tiongkok nilainya Rp120–137 triliun. Efeknya langsung terasa. Harga durian di petani yang dulu Rp4.000–5.000/buah kini tembus Rp25.000/buah. Naik lebih dari 5 kali lipat.
“Kenaikan harga ini otomatis dongkrak pendapatan warga dan turunkan kemiskinan,” tegas Iftitah.
Pemerintah juga bangun pusat riset padi untuk naikkan produktivitas Swasembada pangan,dari 2 ton jadi 6–8 ton per hektare.Tak lupa jurus industrialisasi dan hilirisasi ala Tiongkok. Contohnya PLTA Yichang yang dibarengi relokasi dan pusat ekonomi baru.“Industrialisasi,hilirisasi menambah lapangan kerja.”Makin banyak kerja, makin tinggi pendapatan, makin cepat kemiskinan terentas,” tutup Iftitah.(release humas kementrans RI)
Editor : Zulfikar












