Kepulauan Riau

Ditetapkan Bandara Internasional, Persiapan Bandara RHF Tanjungpinang Capai 80 Persen

×

Ditetapkan Bandara Internasional, Persiapan Bandara RHF Tanjungpinang Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Bandara RHF Tanjungpinang

Zonakepri.com – Meski sudah kembali ditetapkan sebagai bandara internasional sejak 8 Agustus 2025 lalu, Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang masih menghadapi sejumlah kekurangan sebelum benar-benar siap melayani penerbangan internasional.

Hingga kini, persiapan fasilitas baru mencapai kisaran 70 hingga 80 persen.

Kepala Dinas Operasi Pelayanan Bandara RHF, Rudy Sudrajat mengungkapkan bahwa beberapa perangkat pendukung masih belum tersedia, terutama sarana untuk mendukung penggunaan aplikasi All Indonesia yang wajib digunakan oleh penumpang dari luar negeri.

“Kita harus siapkan perangkat dan SDM yang bisa membantu penumpang mengisi aplikasi itu. Karena sifatnya baru, banyak penumpang yang pasti perlu asistensi,” jelas Rudy.

Selain itu, beberapa peralatan milik CIQ (Customs, Immigration, Quarantine) juga masih dalam proses penempatan.

Peralatan seperti mobil operasional dan fasilitas tambahan bea cukai masih menunggu distribusi dari pusat.

“Kalau untuk terminal internasional sebenarnya sudah ada karena dulu bandara ini pernah internasional. Sekarang tinggal reaktivasi, tapi memang ada perangkat tertentu yang harus dilengkapi kembali,” tambahnya.

Koordinasi dengan instansi terkait pun terus dilakukan. Pada 4 September lalu, manajemen Bandara RHF menggelar rapat bersama Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, maskapai, serta Dinas Perhubungan.

Bahkan sebelumnya, pada 13 Agustus, pihak bandara juga dipanggil Gubernur Kepri untuk melaporkan sejauh mana kesiapan setelah status internasional disematkan kembali.

Meski fasilitas terus dilengkapi, hingga kini belum ada maskapai reguler yang membuka penerbangan internasional di RHF. Catatan historis menunjukkan bahwa bandara ini dulu sempat melayani penerbangan charter dari Tiongkok, Malaysia, dan Singapura, dengan dominasi terbesar dari Tiongkok mencapai 77 persen.

“Memang dulu sifatnya charter flight, terutama dari Tiongkok di akhir tahun. Itu yang kita jadikan peluang ke depan,” ujar Rudy.

Dengan masih adanya kekurangan yang harus disiapkan, pengoperasian penuh Bandara RHF sebagai bandara internasional diperkirakan baru bisa berjalan maksimal setelah seluruh fasilitas mencapai 100 persen.

“Meski begitu, status baru ini tetap membuka peluang besar bagi Tanjungpinang dan Kepulauan Riau untuk kembali menarik wisatawan mancanegara dan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan,” pungkasnya. (Ki)