
Tanjungpinang, Zonakepri-Seorang Nara Pidana (Napi) di rumah tahanan (Rutan) kelas 1 Tanjungpinang yang beralamat di Jalan Lembaga Pemasyarakatan Kota Tanjungpinang bernama Zul Fauzi Rahman kabur pada Senin 31 Oktober 2022.
Zul Fauzi melarikan diri dari rutan ketika menjadi Tahanan Pendamping (Tamping) di luar yakni halaman Rutan, yang dipercaya untuk bersih bersih halaman, jaga parkir di halaman Rutan bersama satu Napi lagi.
Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Eri Erawan menjelaskan kronologi kaburnya Napi itu awalnya menjadi Tamping di dalam, kemudian karena memiliki sikap yang baik dan telah dilakukan penilaian pihak rutan mengintegrasikannya ke luar pembinaan di halaman rutan.
“Napi yang dipercaya menjadi Tamping di halaman Rutan dua orang, hanya satu Napi kabur yakni Zul Fauzi Rahman, ” kata Eri di Rutan, Selasa (1/11).
Eri menjelaskan, Zul Fauzi Rahman diperkirakan akan bebas ekspirasi pada Mei 2023 mendatang dan saat ini dalam proses pengusulan bahkan jika tidak ada hambatan akan bebas bersyarat pada Desember 2022 besok.
“Sudah kita usulkan untuk bebas bersyarat, sekarang lagi diselidiki kantor wilayah bagaimana secara subtantif dan administrasinya dilaksanakan, sejauh mana pengawasan dilakukan,” ujarnya.
Ka Rutan juga bingung kenapa warga binaan itu memilih kabur, padahal dalam waktu dekat akan bebas berayarat.
“Motif dia kabur ini sedang diselidiki oleh internal kita, karena yang bersangkutan lagi kita usulkan untuk bebas bersyarat, ” sebutnya lagi.
Ia berharap Napi itu segera ditemukan, jangan sampai akibat perbuatanya itu berpengaruh pada 5.000 warga binaan lain yang ada di Provinsi Kepri.
“Saya sebagai Kepala Rutan akan bertanggungjawab, dengan bantuan pihak kepolisian dan masyarakat bisa ditemukan. Pihak Rutan akan mencari Zul Fauzi Rahman sampai kapanpun,” tegasnya.
Untuk sanksi bagi warga binaan yang kabur, Eri menambahkan pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan, sebab pihaknya juga sedang diperiksa oleh kantor wilayah.
“Sanksi untuk Napi yang kabur itu juga tergantung hasil pemeriksaan, karena kami masih diperiksa, apakah prosedur yang Kami jalani ini benar,”tambahnya. (rul)






