Hukrim

Kejari Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara Pembangunan Pasar Puan Ramah 

×

Kejari Tanjungpinang Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara Pembangunan Pasar Puan Ramah 

Sebarkan artikel ini
Pasar Puan Ramah di KM 7 Tanjungpinang sudah lama tidak difungsikan

Zonakepri.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang masih menanti hasil audit untuk memastikan nilai kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Puan Ramah di Jalan Kijang Lama, Kota Tanjungpinang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpinang, Juprizal, menyampaikan bahwa hasil audit tersebut akan menjadi dasar penting bagi kejaksaan untuk melangkah ke tahap penyidikan.

“Saat ini kami masih menunggu hasil audit dari instansi yang berwenang. Kalau sudah keluar, baru bisa kami tentukan secara pasti berapa besar kerugian negaranya dan tindak lanjut hukumnya,” jelas Juprizal, Rabu (30/7/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa selain audit, pihaknya juga masih menantikan laporan dari ahli konstruksi guna memastikan kondisi teknis bangunan pasar yang dibangun menggunakan anggaran negara tersebut.

“Hasil dari tim ahli konstruksi juga sangat menentukan. Kami harus tahu bagaimana kondisi struktur bangunannya. Itu jadi salah satu indikator untuk menentukan apakah ada unsur perbuatan melawan hukum,” sambungnya.

Sejauh ini, beberapa orang telah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan. Namun Juprizal belum merinci secara lengkap jumlah maupun identitas pihak-pihak yang telah diperiksa.

“Sudah ada yang kami minta keterangan, tetapi untuk jumlah dan nama-namanya saya tidak ingat,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis menegaskan, bahwa pihaknya akan bersikap profesional dan terbuka dalam menangani kasus tersebut.

“Semua perkara yang ditangani Kejari akan diselesaikan secara tuntas dan transparan. Kami pastikan publik akan mengetahui setiap perkembangan dari proses penyidikan yang sedang berjalan,” katanya.

Pantauan di lokasi memperlihatkan wajah muram pasar yang seolah menjadi saksi bisu harapan pedagang yang kandas. Pintu seng berwarna biru yang dulu kokoh kini pudar dimakan waktu.

Jaring hijau yang membatasi area pasar tampak sobek, tak lagi mampu melindungi apa-apa. Sementara itu, papan penanda pasar mulai tertutup semak liar, menciptakan pemandangan pilu di tengah kota.

Para pedagang yang awalnya mengisi kios-kios di pasar itu memilih pergi satu per satu. Minimnya pembeli membuat mereka tak punya pilihan selain mencari tempat baru untuk berjualan, meninggalkan lapak-lapak kosong yang perlahan rusak tanpa perawatan. (Ki)