
Tanjungpinang,Zonakepri-Kunjungan Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke Natuna, Rabu 15 Januari 2020 dilanjutkan kunjungan ke Tanjungpinang Rabu malam tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang.
Kedatangan rombongan menteri dan pejabat lainnya disambut Plt.Gubernur Kepri Isdianto, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri dan jajaran pejabat lainnya. Rombongan selanjutnya menuju Gedung Daerah di tepi laut Tanjungpinang pada malam hari.
Menkopolhukan Mahfud MD dalam kesempatan itu menegaskan wilayah Natuna semakin membaik, semakin kondusif dan semakin aman dalam wilayah NKRI. Perihal nelayan china beserta coast guardnya telah meninggalkan wilayah Zona Ekonomi Exclusif (ZEE) Indonesia.
Meski demikian masih dilakukan patroli oleh tim keamanan laut Baik Bakamla maupun TNI AU dan TNI AL.
Disinggung terkait rencana mendatangkan 500 nelayan pantai utara (Pantura) untuk melaut di Natuna, Mahfud menjelaskan secara teknis rencana ini dibahas oleh Menpolhukam, KKP, Gubernur Kepri, bupati dan walikota.
“Nelayan pantura akan melaut di wilayah 12 mil keatas dari wilayah Kepri yang berjarak 0-12 mil. Sehingga nelayan Pantura akan mencari ikan diluar wilayah Kepri. Namun, mereka akan dikenakan retribusi yang dibayarkan ke Pemkab Natuna,”paparnya.
Sementara itu, pemerintah pusat juga akan memfasilitasi nelayan lokal, namun bukan orang per orang, melainkan per kelompok. Oleh karena itu, nelayan di Natuna diminta untuk bergabung dalam wadah kelompok nelayan. Mengingat nelayan Natuna saat musim utara, sulit melaut karena sarana dan prasaran kurang memadai.
“Bantuan seperti kapal yang akan diberikan memiliki tonase yang besar, sehingga tidak bisa dipergunakan orang per orang. Melainkan per kelompok nelayan,”paparnya kepada jajaran media saat berada di Gedung Daerah Tanjungpinang. (red)












