Tanjungpinang

Pandemi Covid-19, Panti Asuhan Keluhkan Pembelajaran Daring

×

Pandemi Covid-19, Panti Asuhan Keluhkan Pembelajaran Daring

Sebarkan artikel ini
pemberian bantuan sembako kepada panti asuhan Ummi Al Fitrah

Tanjungpinang,Zonakepri-Anak panti asuhan yang bersekolah mulai tingkat SD hingga SMA  sederajat belajar di rumah menerapkan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung dengan tenaga pendidik, sejak penerapan new normal akibat pandemi Covid-19.

Penerapan pembelajaran sistem online ini dirasakan memberatkan bagi anak panti asuhan. Mengingat dengan sistem online atau pembelajaran daring maka setiap anak panti asuhan  harus memiliki handphone. Padahal, Handphone bukan barang murah yang bisa dibeli oleh setiap anak yatim piatu ini.

Dengan keterbatasan sarana pembelajaran sistem online ini, maka pengurus panti asuhan kalang kabut dan berupaya memenuhi kebutuhan anak untuk sekolah sistem online. “Kami selaku pengurus, berupaya memenuhi handphone anak anak dengan meminta bantuan saudara terdekat dari anak bersangkutan. Mengingat keterbatasan kemampuan, jika ada donatur maka pengurus membelikan handphone dengan harga terjangkau,”sebut Hasnah selaku ketua Bidang Pendidikan Yayasan Hidayatullah yang menaungi panti asuhan Hidayatullah  berlokasi di Jalan Dr Sutomo Gang Matador Tanjungpinang, ditemui Rabu  12 Agustus 2020.

bantuan sembako untuk pani asuhan Hidayatullah

Selain mengeluhkan handphone bagi anak anak usia sekolah, panti  asuhan ini juga mengeluhkan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan(SPP) bagi anak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Tanjungpinang.   “Meskipun masa pandemi Covid-19, namun anak panti asuhan yang bersekolah di MAN Tanjungpinang tetap dipungut SPP per bulan Rp125 ribu per anak,”ungkap Hasnah.

Menurutnya, ada sekitar 15 anak panti asuhan yang saat ini bersekolah di MAN Tanjungpinang. Oleh karena itu, setiap bulan harus menyediakan dana untuk SPP anak anak. Diakui Hasnah, sejak pandemi Covid-19, sumbangan donatur untuk anak anak yang bisanya mendapat dari Singapura ataupun Malaysia terhenti. Hanya ada satu hingga dua orang yang dihubungi melalui seluler dan memberikan bantuan. Itupun tidak berlangsung lama, mengingat situasi ekonomi di luar negeri juga susah.

Meski donatur panti asuhan menurun, namun anak anak panti asuhan masih bisa makan apa adanya.Diakuinya, dukungan pemerintah daerah saat ini belum ada  untuk panti asuhan, ” Tidak sampai sehari makan sehari tidak,”sebutnya saat menerima kunjungan media Zonakepri.com dibawah naungan PT Media Kepri Bestari yang memberikan sumbangan sembako berkat dukungan Google Journalism Emergency Relief  Fund. Selain panti asuhan Hidayatullah, bantuan juga diberikan kepada panti asuhan Ummi Al Fitrah yang berlokasi di Jalan Sidorejo Km 5 atas belakang Polres Tanjungpinang. (red)