Home » Zona Kepri » Pesawat Sky Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Palmatak

Pesawat Sky Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Palmatak

20 - 30 mei 13 hlMATAK , Zona Kepri – Pesawat komersial Sky Aviation jenis Fokker 50 dengan nomor penerbangan Sy-310 dari bandara Hang Nadim Batam, mengalami pecah ban bagian kanan luar, saat mendarat di Bandara Matak, Rabu (29/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung seluruh kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat selamat.
Informasi yang diperoleh di lapangan, sejumlah penumpang yang ada di pesawat Sky Aviation tersebut, selain masyarakat umum, juga terdapat beberapa orang pejabat dari salah satu dinas di Provinsi Kepri yang akan melaksanakan tugas monitoring berbagai kegiatan dinas yang mereka tangani di Anambas.

Sejauh ini juga tidak ada terdengar adanya kecemasan dari sejumlah penumpang, setelah mereka turun dari tangga pesawat.

Salah seorang penumpang menceritakan, jika sebelum pecah, ban sebelah kanan mengeluarkan asap lalu meledak dan pecah.

“Sebelum ban pecah, ada asap yang keluar selanjutnya ada bunyi letupan. Dan saat turun saya melihat ban yang pecah koyak sekitar 20 centimeter,” tutur penumpang tersebut yang enggan namanya dikorankan.

Sementara beberapa orang penumpang lainnya yang berniat ke Batam, terpaksa kembali ke Tarempa menggunakan speedboad yang biasa membawa sejumlah penumpang pesawat tersebut.

Atas penundaan keberangkatan tersebut, sejumlah penumpang penumpang juga terlihat wajah lesu, karena terpaksa kembali ke Tarempa. Kendati demikian, diantara mereka juga terucap rasa syukur, karena terlepas dari rasa was-was.

“Kesal memang kesal juga, tapi mungkin sejumlah penumpang yang ada di pasawat tersebut, bisa jadi lebih stres lagi mungkin,” ucap seorang pria, penumpang pesawat yang terpaksa batal tiba di Batam pada hari itu juga.

Helmy Usman selaku Distrik Manager Sky Aviation Matak, Anambas saat dikonfimasi Haluan Kepri membenarkan atas kejadian pecah ban tersebut.

Dikatakan, kejadian berawal saat pesawat mendarat dengan sempurna di bandara Matak dengan membawa sebanyak 42 penumpang dan satu bayi dari Batam. Namun saat memasuki apron bandara Matak, tiba-tiba salah satu ban belakang pesawat bagian kanan luar mengalami kempes dan selanjutnya pecah.

“Ban pesawat yang pecah itu sebenarnya baru saja diganti di Batam sebelum diterbangkan ke Matak. Dan ban pecah itu bukan saat pesawat lagi leanding, melainkan setalah masuk ke taxi way di bandara,” papar Helmi.

Menurutnya, pecahnya ban di bandara Matak tersebut baru yang pertama kali dan diduga disebabkan kondisi landasan bandara Matak yang saat itu baru saja diguyur hujan, setelah sebelumnya di kawasan tersebut cuaca dalam kondisi panas.

Disamping itu, kejadian juga disebabkan kondisi landasan pacu bandara Matak yang pendek, sehingga membut pesawat harus melakukan pegereman yang cukup kencang.

“Penumpang tidak ada masalah. Semuanya aman-aman saja saat turun di Bandara Matak. Namun untuk penumpang yang akan berangkat ke Batam terpaksa kita batalkan (cancel), menunggu penggantian ban pesawat yang kita datangkan dari Jakarta, menggunakan pesawat Conoco philips besok pagi (hari ini-Red),” ungkap Helmi

Helmi menyebutkan, semua penumpang pesawat yang tidak jadi berangkat ke Batam, kita tanggung semua biaya kerugian termasuk penginapan mereka,” ucap Helmi.(Haluan Kepri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top