

Tanjunangpinang,Zonakepri-Ketika yang lain masih menunggu, dia sudah memulai. Ketika yang lain belum beranjak, dia lebih dulu bergegas. Mengambil peran di depan untuk suatu pilihan dan kerja yang mulia itu memang tidak mudah. Hanya mereka yang karena didasari panggilan jiwa dan pengabdian tulus bisa melakukan tanpa beban.
Di saat hampir semua orang takut, disaat kepanikan
menjadi mimpi sehari hari, dia mencoba berdiri dan memberi harapan. Dia lakukan semua itu karena harus ada yang berdiri ketika semua orang tiarap. Harus ada yang berlari ketika semua berjalan dengan perlahan.
Dia adalah dua anak muda yang terpanggil karena kebesaran jiwanya. Ya, mereka adalah Riski Faisal dan Teddy Jun Askara. Dua anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Golkar.
Ketika wabah corona telah melumpuhkan sebagian ekonomi masyarakat bawah, dua politisi muda Golkar ini segera ambil langkah cepat dengan mendonasikan seluruh gajinya sebagai anggota legislatif selama setahun.
Dan langkah keduanya ternyata juga diikuti oleh pejabat yang lain. Apa yang dilakukan karena keduanya melihat dengan mata batin betapa terhentinya sentra sentra produksi dan ekonomi karena wabah corona memukul telak kehidupan masyarakat ekonomi kelas bawah. Merekalah yang terkena dampak corona paling terasa karena hilangnya penghasilan dan mata pencaharian.
Persoalan ini yang kemudian mengusik kegelisahan dua anak muda ini. Tidak semua persoalan yang muncul karena wabah corona bisa ditangani dan diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Harus ada keterlibatan dan peran masyarakat secara aktif agar masalah bangsa ini bisa segera selesai.
Karena peran itu, maka keduanya mengambil inisiasi membantu pemerintah dengan mandiri. Dia salurkan sembako ke masyarakat yang kurang mampu. Dia ikut membantu alat pelindung diri (APD) untuk dokter dan perawat di rumah sakit. Dia salurkan ribuan masker ke masyarakat untuk antisipasi dini penyebaran corona. Dia memberi tuah ketika hujan resah melanda.
Dia tidak hanya sekedar ingin hadir ketika orang menangis. Tapi dia ingin merangkul, memeluk dan membuat hati yang menangis damai, tenang dan tentram.(8 April 2020 Suyono Saeran)












