
Tanjungpinang,Zonakepri-Masyarakat Tanjungpinang sejak usai Hari Raya Idul Adha 2022 kemarin, hingga saat ini 17 Oktober 2022 tidak lagi bisa merasakan daging sapi segar.
Pasalnya, sejak muncul wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi di Pulau Jawa khususnya, berdampak terhadap stok sapi maupun kambing di Kota Tanjungpinang.
Pedagang yang biasanya menjual daging sapi segar sudah beralih menjual daging beku impor dan ayam potong saat ini.
Buyung, seorang penjual yang biasanya menjual daging sapi segar di Pasar Bintan Center km 9 Tanjungpinang ditemui Senin 17 Oktober 2022 mengatakan, dirinya sudah beberapa bulan beralih menjual daging beku. Hal ini disebabkan stok sapi hidup untuk dijual produknya berupa daging, tulang maupun lemaknya sudah tidak ada lagi di Tanjungpinang.
Menurut Buyung, untuk mendatangkan sapi ke Tanjungpinang sangatlah sulit. Hal ini terkendala urusan administrasi. Yakni pedagang yang bisa mendatangkan sapi dari Lampung harus memiliki PT. Selanjutnya, prosedur yang dinilai memberatkan lagi, sapi yang didatangkan dari Lampung harus menjalani karantina beberapa hari di Kota Batam terlebih dahulu.
“Untuk mendatangkan sapi dari Lampung butuh dana besar. Terlebih saat karantina beberapa hari di Kota Batam perlu dana juga. Mungkin kalau daging sapi segar dijual kepada masyarakat harganya sekitar Rp200 ribu per kg. Untuk mendapatkan daging sapi segar ya di Batam,”ujarnya.
Selama ini, daging beku impor yang dijual pedagang berasal dari wilayah Tanjungpinang saja. Sehingga harga daging sapi beku berkisar antara Rp90-Rp100 ribu saja per kg.
Salah seorang penjual bakso yang berbelanja daging beku mengatakan, mau tak mau membeli daging beku. Mengingat daging dibutuhkan untuk bahan bakso atupun sop tulang. Meski memiliki rasa berbeda dari daging sapi segar, namun masyarakat masih gemar untuk makan bakso atau sop tulang menggunakan daging sapi beku. “Sebetulnya lebih murah daging beku dibandingkan daging sapi segar. Hanya saja, untuk mendapatkan daging beku dengan kualitas yang bagus harus memilih daging yang masih bagus,”kata Udin. (rul)












